PPU

140 Personel TNI Ikuti Vaksinasi Tahap Dua di Makodim 0913/PPU

Kaltim Today
02 Maret 2021 17:47
140 Personel TNI Ikuti Vaksinasi Tahap Dua di Makodim 0913/PPU
Vaksinasi digelar selama dua hari sejak kemarin, Senin (1/3/2021) hingga hari ini.

Kaltimtoday.co, Penajam – Proses vaksinasi tahap dua untuk pejabat publik di Penajam Paser Utara (PPU) dimulai pada Maret ini. Berkenaan dengan itu, Kodim 0913/PPU menggelar vaksinasi termin satu untuk 140 anggotanya.

Komandan Kodim (Dandim) 0913/PPU Letkol Inf Dharmawan Setyo Nugroho menyampaikan, personel yang mendapatkan suntikan Vaksin Sinovac sebanyak 140 personel, baik dari Kodim maupun Koramil. Vaksinasi tahap dua bagi Anggota TNI dilaksanakan di Markas Kodim (Makodim) 0913/PPU, digelar selama dua hari sejak kemarin, Senin (1/3/2021) hingga hari ini.

“Total anggota 140 dari kodim dan empat Koramil, kodim hanya 50. Insyaallah itu sudah cukup terpenuhi,” ungkapnya.

Hal ini merupakan tindak lanjut dari instruksi pimpinan atas yaitu Mabes TNI dan Komando Daerah Militer (Kodam) VI/Mulawarman. Khusnya institusi TNI yang diinstruksikan melaksanakan kegiatan serbuan vaksinasi dengan sasaran utama adalah Bintara Pembina Desa (Babinsa) dan anggota satuan kewilayahan.

Vaksinasi digelar selama dua hari sejak kemarin, Senin (1/3/2021) hingga hari ini.
Vaksinasi digelar selama dua hari sejak kemarin, Senin (1/3/2021) hingga hari ini.

Hal tersebut juga sejalan dengan program Pemkab  PPU yang dalam minggu ini sedang melaksanakan kegiatan vaksinasi tahap kedua termin satu, dengan sasaran TNI-Polri dan petugas pelayanan publik lain.

“Untuk tahap kedua termin 1 ini, institusi TNI mendapat 141 dosis di kodim PPU, diperuntukkan bagi anggota Kodim, Babinsa yang memang setiap hari di lapangan, staf Koramil atau staf Makodim juga,” ujarnya.

Pihaknya juga memberikan pesan moral kepada masyarakat, yang tidak lama lagi mayarakat PPU akan melaksanakan vaksinasi. Kegiatan ini harapannya bisa memberikan contoh bahwa vaksin itu aman dan halal, namun tentunya jangan pernah lengah dan abai terhadap protokol kesehatan.

“Jadi buang itu rasa ketakutan, buang itu berita hoax, karena harapan kami semua segera tercipta herd immunity atau kekebalan kelompok,” lanjutnya.

[ALF | RWT]



Berita Lainnya