Kaltimtoday.co - Rapat kerja nasional (rakernas) Persatuan Renang Seluruh Indonesia (PRSI) 2018, yang dilaksanakan di Hotel Four Point By Sheraton Jakarta, 23-24 Februari 2018 mengagendakan evaluasi dan proyeksi program kerja cabang olahraga renang (akuatik), terlebih dalam menyongsong Asian Games 2018.

“Acara Rakernas PRSI dibuka secara resmi oleh Wakil Ketua KONI Pusat Marsda TNI (Purn) Suryadarma, serta dihadiri oleh perwakilan Menpora RI, Sekjen KOI, Ketua Umum PB PRSI Anindya N Bakrie beserta jajaranya, serta Seluruh Pengurus Provinsi (Pengprov) PRSI se-Indonesia,” ungkap Sekretaris Umum Pengprov PRSI Kaltim Arief Rahman Hakim, dalam rilis yang dikirim ke Kaltimtoday.co.

Dia menjelaskan, ada beberapa hal yang menjadi fokus dan isu utama dalam agenda Rakernas PRSI tahun 2018. Diantaranya:

1. Memasyarakatkan olahraga renang.

Indonesia sebagai negara kepulauan sudah selayaknya menjadikan olahraga renang sebagai olahraga yang dekat dengan masyarakat. Dengan garis pantai yang panjang, sungai-sungai yang terbentang, memiliki danau yang luas, sepantasnya olahraga renang menjadi andalan dan primadona di masyarakat. Kedepan, banyak pola yang akan dilakukan, baik dengan memperbanyak event-event di daerah melalui Renang Perairan Terbuka (OWS) sebagai solusi alternative bagi daerah yang belum memiliki kolam renang standar olympic, disisi lain membangun paradigma baru bahwa renang adalah olahraga murah dan merakyat. Selain itu juga akan di adakan pemilihan Duta Renang Indonesia, yang ditugaskan secara khusus mempromosikan olahraga renang di seluruh Indonesia.

2. Pembinaan & Prestasi

PB PRSI akan melakukan road show ke seluruh daerah dengan program "yuk berenang yuk" yang akan di back up penuh promosinya melalui TV Swasta Nasional (TV One), baik coaching clinic, talent scoating, coaching instructure, maupun event2 berskala nasional yang akan di mulai dari daerah, sebagai bentuk totalitas PB PRSI dalam merekrut potensi2 atlet dan pelatih yang berasal dari berbagai daerah se- Indonesia. Prosesnya juga akan dilakukan secara massif melalui silaturrahmi Ketua Umum PB PRSI beserta jajarannya dengan Gubernur dan Walikota/Bupati se- Indonesia, KONI, dalam rangka "memuluskan" program tersebut.

3. Mensukseskan Asian Games 2018.

Sejak 26 tahun yang lalu, cabor aquatik/renang mengalami paceklik di event selevel Asian Games. PB PRSI dibawah komando Anindya N Bakrie memiliki target yang serius tapi tidak muluk2 untuk cabang olahraga renang pada event tersebut, cukup mampu "pecah telor" medali, sudah menjadi prestasi dan kebanggaan sendiri bagi keluarga besar renang, untuk menjawab ekspektasi publik yang teramat besar yang dibebankan selama ini. Hal ini tentunya menjadi tantangan tersendiri, selain doa dari seluruh masyarakat pecinta renang se- Indonesia dalam menghadapi event tersebut.

4. Reunifikasi Organisasi.

Menjadikan organisasi PRSI sebagai organisasi modern, yang selaras dengan perkembangan dan kemajuan IT, seirama dengan kebutuhan dalam konteks kekinian. Bukan kuantitas pengurus tetapi kualitas yang dikedepankan.

"Program Kerja harus sesuai dengan skema target dan pencapaian. Baik, jangka pendek (skal tetdekat) menengah maupun jangka panjang, diseluruh sub cabor aquatik/renang, baik renang lintasan, renang peraiaran terbuka, renang indah, loncat indah dan polo air," tutupnya.

[Slamet Riyadi]