Kaltimtoday.co- Indonesia Muda Samarinda (FIM Samarinda) kembali menyelenggarkan talkshow santai Sekolah Politik Perempuan untuk kedua kalinya, Kali ini dengan tema  tentunya terkait keperempuanan dalam bidang politik, mengingat betapa sangat pentingnya peran perempuan dalam dunia politik.

Aturan tentang kewajiban kuota 30 persen bagi caleg perempuan adalah salah satu capaian penting dalam perjalanan demokrasi Indonesa pascareformasi. Meski sekarang representasi perempuan di ranah politik telah didorong dengan sedemikian rupa melalui berbagai macam kebijakan, namun tak dapat dipungkiri bahwa hasilnya masih jauh dari memuaskan.

Berawal dari berbagai problematika tersebut, FIM Samarinda kembali mengajak perempuan berdiskusi dalam  talkshow santai yakni Sekolah Politik Perempuan “ Partisipasi dan Peran Perempuan dalam Politik”

Kegiatan yang dilaksanakan pada 30 September 2018 dimulai pukul 14.00 WITA dan berakhir pada pukul 16.30 WITA bertempat di Cak Turo Foodbar & Coffee. Dikemas dengan konsep acara yang santai dengan dipandu oleh moderator Elsa Krissintia Tubun (Next Gen FIM 20),  menghadirkan dua narasumber yaitu Tri Lestari Handayani ( Co-Founder Monochrome Inspiraction) dan Nirmala Yukiko ( Ambassador Maritim, Tourism, Languange and Batik).

Talkshow  diawali dengan  menyanyikan lagu Indonesia Raya, dilanjut dengan sambutan dari Koordinator FIM Samarinda,  Hanna Pertiwi.  Kemudian masing-masing dari narasumber berbagi pengalamannya terkhusus dalam hal politik pada perempuan.

Peserta menyambut dengan antusias dengan mengajukan pertanyaan kepada narasumber. Salah satunya terkait bagaimana mengatasi berita hoax  yang sering tersebar dibeberapa media khsususnya berita mengenai politik sehingga sering kali terjadi beberapa kasus.

Leader Project Sekolah Politik Perempuan, Marinda Istiqomah pun  mengucapkan  terima kasih kepada seluruh pendukung acara hingga terlaksananya acara ini dan menjelaskan secara singkat mengenai Sekolah Politik Perempuan itu sendiri “Sekolah Politik Perempuan itu wadah bagi perempuan untuk memahami dan memaknai peran serta partisipasinya dalam dunia politik, perempuan harus belajar bahwa dalam dunia politik dia membawa peran besar bagi kaum perempuan lainnya maka dari situlah dicetuskannya Sekolah Politik Perempuan, dan harapan saya semoga perempuan millenials lebih paham makna dirinya didalam dunia politik, dan nantinya juga akan ada kelas untuk Sekolah Politik Perempuan  itu sendiri yang setiap kelasnya mengupas perempuan dalam politik linknya bisa di klik disini bit.ly/OpenClassBatch2 ” pungkasnya.

Salah satu peserta dari Sekolah Politik Perempuan , juga mengungkapkan rasa senangnya dapat menjadi bagian dari acara ini dan ia pun berharap semoga bisa  tetap mengikuti kelas dari Sekolah Politik Perempuan ini agar tidak hanya berhenti sampai sini saja namun akan terus berlanjut. Memang perempuan harus melek terhadap politik, jadi dari kitalah yang memulai untuk sadar akan pentingnya politik bagi perempuan itu sendiri,” tutupnya. [Artikel ini ditulis Hana, FIM Samarinda]


Artikel Terkait