Kaltimtoday.co - Kaltim kembali menempati posisi keempat Indeks Kebahagiaan Indonesia yang dirilis Badan Pusat Statistik (BPS). Posisi itu ditempati Kaltim dengan skor yang sama dengan2017, yakni sebesar 73,57 dalam skala 0-100. Kaltim masih menduduki posisi tertinggi di Kalimantan terkait indeks kebahagiaan ini.

Meski demikian, Yulia Wahyu Ningrum, psikologi Samarinda mngatakan hasil itu jauh berbeda dengan kenyataan di lapangan. Temuannya angka depresi di Kaltim masih tinggi.

Dia mengatakan, penyebab depresi masyarakat di Benua Etam sangat beragam. Dalam dua tahun terakhir, sebutnya, faktor ekonomi jadi pemicu utama.

Dijelaskan Yulia, kepuasan pendapatan bakal memengaruhi banyak hal. Termasuk kepuasan perkawinan bagi pasangan rumah tangga, hingga makna hidup secara pribadi.

Yulia menerangkan, data yang dipotret Badan Pusat Statistik (BPS) tidak bisa menggambarkan secara utuh kondisi yang dialami masyarakat Kaltim.

“Baca media, di Balikpapan setiap hari ada 2-3 perceraian. Alasannya karena finansial. Sering kali saya juga menerima klien yang depresi akibat pemutusan hubungan kerja. Berat untuk mereka merasakan bahagia," ucap dia seperti dikutip dari JPNN.

[MAO ISKANDAR]