Fakultas Ilmu Sosial dan Politik Universitas 17 Agustus (Untag) 1945 Samarinda membuat terobosan dengan memberikan layanan pemeriksaan sidik jari (finger print) kepada 192 mahasiswa dari berbagai daerah di Kaltim. Tujuannya, agar para lulusan ini siap beradaptasi di dunia kerja.

Kaltimtoday.co - Fakultas Ilmu Sosial dan Politik Universitas 17 Agustus (Untag) 1945 Samarinda membuat terobosan dengan memberikan layanan pemeriksaan sidik jari (finger print) kepada 192 mahasiswa dari berbagai daerah di Kaltim. Tujuannya, agar para lulusan ini siap beradaptasi di dunia kerja.

Dekan Fisipol Untag Samarinda Damai Darmadi mengatakan, mahasiswa yang telah lulus harus disiapkan terjung ke masyarakat supaya bisa memaksimalkan potensi yang mereka miliki. 

"Hal ini diberikan dengan harapan para alumni bisa siap beradaptasi dengan lingkungan dunia kerja, mampu menggunakan potensinya untuk kembali ke masyarakat" kata Darmadi. 

Pembekalan sekaligus yudisium sangat dinanti para mahasiswa karena membantu mereka bersiap untuk terjun ke dunia yang sesungguhnya. Karena itu pula, yudisium tahun ini dibuat berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. 

"Saya merasa lebih mengenal karakter, arah pekerjaan saya yang cocok bahkan memiliki kepercayaan diri yang meningkat," ujar Eka Wahyuni, salah salah satu peserta yudisium.

Sementara itu, Tim New Founder TPF (Talent Compass Psychology Fingerprint) Kurnia Rahmat pasca yudisium tersebut menyatakan tak sia-sia datang jauh jauh dari Bandung karena melihat antusias peserta test finger print. Dia pun berharap program yang sama bisa kembali difasilitasi Semesta Institute yang mendatangkan mereka. 

"Kami bersemangat sekali, jauh-jauh dari Bandung, sangat berterima kasih kepada Fisipol Untag 1945 Samarinda karena diberikan amanah untuk melakukan test karakter melalui sidik jari ini. Dan tak lupa kepada Semesta Institute yang telah bermitra dengan kami," katanya. [PAS]


Artikel Terkait