Kaltimtoday.co - Usaha retail dan toko modern di Samarinda sudah mulai menerapkan larangan penggunaan kantong plastik sejak Januari lalu.

Larangan penggunaan kantong plastik diterapkan oleh Pemkot Samarinda melalui Perwali Nomor 1/2019 tentang Pengurangan Penggunaan Kantong Plastik.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Samarinda Nurrahmani mengatakan, progres realisasi perwali masih tahap sosialisasi dan penyesuaian.

"Masih sosialisasi dan penyesuaian. Nanti 21 April langsung diberlakukan larangan," katanya pada Kaltimtoday.co, Rabu (3/4/2019).

Diterangkan Nurrahmani, mulai 21 April mendatang DLH Samarinda akan menempelkan stiker larangan kantong plastik di semua retail dan toko modern di Kota Tepian. 

Yaya, panggilan akrabnya, belum bisa memastikan berapa persen efek penurunan jumlah sampah setelah pemberlakuan peraturan ini.

"Belum bisa dihitung hasilnya saat ini. Mungkin setelah 21 April, pasti nanti langsung diproyeksikan berapa besar efeknya," tutur Yaya.

Berdasarkan penelusuran Kaltimtoday.co di lapangan, beberapa usaha retail masih menyediakan kantong plastik. Mereka menjual kantong plastik dengan harga berkisar Rp 200-500 ribu kepada konsumen.

"Itu tidak boleh. Peraturannya kan melarang penyediaan kantong plastik. Kalau terus dilakukan, akan diberi sanksi," tegasnya.

Sanksi yang dikenakan pada pelaku usaha yang melanggar dituangkan dalam Pasal 13 Ayat Perwali Nomor 1/2019 tentang Sanksi Administratif. Sanksi berupa tiga tahapan antara lain berupa teguran tertulis, paksaan pemerintah, dan pembekuan izin usaha atau pencabutan sementara izin usaha.

Pihaknya berharap dengan adanya peraturan ini, jumlah timbunan sampah di Samarinda akan mengalami penurunan hingga 1.000 ton. Target DLH Samarinda dalam pengurangan sampah dalam beberapa tahun ke depan  sebanyak 1.500 per tahun. 

Meski berlaku untuk retail dan toko modern, dirinya berharap pengurangan kantong plastik didukung masyarakat. Mulai membiasakan tidak menggunakan kantong plastik, hingga menegur pelaku usaha yang masih menyediakan kantong plastik. 

"Masyarakat bisa melaporkan apabila ada yang melanggar. Nanti di stiker yang kami tempel ada kontak untuk melaporkan," sebutnya.

Dia berharap, masyarakat tidak takut dengan adanya peraturan tersebut. Kantong plastik akan tetap ada, tetapi peraturan ini bertujuan untuk mengurangi jumlah sampah plastik.

"Plastik tetap ada, jangan takut. Tapi harus bijak menggunakannya. Demi masa depan Samarinda dan dunia," pungkasnya.

DLH Samarinda sendiri akan terus mensosialisasikan pengurangan jumlah plastik. Salah satunya sosialisasi penggunaan sedotan stainless atau bambu serta pola hidup zerowaste dalam rencana jangka panjang. 

[DSY | TOS]