Samarinda

Atasi Krisis Ekonomi di Masa Pandemi, Pemkot Samarinda Adakan Webinar bersama Pakar

Kaltim Today
13 November 2020 11:43
Atasi Krisis Ekonomi di Masa Pandemi, Pemkot Samarinda Adakan Webinar bersama Pakar
Pemkot Samarinda mengadakan webinar cara mengatasi dampak Covid-19 terhadap perekonomian warga Samarinda. (Doc. Diskominfo Samarinda)

Kaltimtoday.co, Samarinda - Mengatasi dampak Covid-19 terhadap perekonomian warga Samarinda di fase New Normal, Pemkot Samarinda mengadakan webinar yang diselenggarakan via zoom baru-baru ini.

Webinar yang bernarasumber pakar ekonomi Fradoko, dan Kepala BAPPEDA Banyuwangi Suyanto Waspo Tondo Wicaksono dihadiri pula Sekda Samarinda Sugeng Chairuddin, Kepala Bappeda Samarinda Ananta Fathurrazi, seluruh OPD dan Camat se- Samarinda.

Sugeng menyambut baik diadakannya seminar tersebut, setidaknya setiap OPD bisa belajar dan menemukan solusi bagaimana roda ekonomi bisa tetap berjalan dalam masa pandemi yang belum berakhir.

"Saya kemarin juga menghadiri seminar di Unmul dengan tema seminar yang hampir sama, pengaruh Pandemi terhadap kinerja ekonomi di Kalimantan Timur sendiri kita sudah berada pada minus 4% dan gelombang pengangguran yang mencapai 6%. Saya berharap semoga dalam diskusi ini juga kita bisa mendapat solusi bagaimana roda ekonomi di Samarinda ini bisa tetap berputar dan mengurangi pengangguran yang ada,” ujar Sugeng.

Sektor Pariwisata sendiri menjadi keunggulan daya tarik  Banyuwangi, Jawa Timur untuk menjalankan roda ekonomi di daerahnya. Dalam menghadapi masa pandemi ini pihaknya telah mengantisipasi dan berkoordinasi dengan para pemangku kepentingan terkait, seperti pemilik destinasi, rumah makan dan industri lainnya.

 

View this post on Instagram

 

A post shared by Kaltim Today (@kaltimtoday.co)

"Setelah pandemi, pola usaha dalam sektor pariwisata harus diubah. Kalau sebelumnya yang dijual adalah atraksi kegiatan-kegiatan wisata, maka setelah Covid-19 yang diutamakan adalah kesehatan dengan penerapan protokol dengan ketat,” ujar Suyanto.

Dikarenakan Banyuwangi sendiri menjadi akses utama jalur darat untuk penyebrangan antar Pulau Jawa ke Pulau Bali untuk mengantisipasi warga terpapar, Pemkab Banyuwangi menyediakan check point untuk pengecekan kesehatan di setiap perbatasan Banyuwangi.

"Karena Banyuwangi ini menjadi jalur wisata dan sekaligus dikenal memiliki destinasi wisata. Tidak hanya check point yang kami bangun, tapi juga memberikan pelatihan kepada para pemandu wisata yang menjadi garda terdepan dalam menghadapi turis dan memberikan edukasi kepada lapak-lapak jajanan agar mematuhi protokol kesehatan. Kami akan memberikan stiker tanda untuk pengunjung bahwa lapak tersebut sudah didata dan aman untuk disinggahi. Bagi yang tidak mematuhinya, kami tak segan untuk menyegel tempat usahanya,” tambah Suyanto.

Banyuwangi termasuk kabupaten yang unik dalam membangun ekonomi masyarakatnya, bukan hanya Gunung dan Pantainya saja yang difokuskan menjadi daya tarik objek wisata. Desa yang mempunyai sektor pertanian, dan perikanan disulap sedemikian rupa agar tidak hanya menjadi lumbung pangan masyarakatnya, tetapi juga menjadi daya tarik wisatawan mengunjungi desa desanya.

Untuk mengatasi pengangguran dan kesenjangan sosial Pemkab Banyuwangi dikemukakannya membuat terobosan yang bernama Smart Kampung yang disebar ke setiap kelurahan untuk mendistribusikan bantuan sosial kepada masyarakat yang membutuhkan, tentunya dengan syarat membawa KTP untuk mengaudit warganya bisa menerima bantuan atau tidak.

Kerjasama antar sektoral yang membuat pembangunan Banyuwangi dinilai menjadi contoh daerah lain. Dengan anggaran yang terbatas, mereka bisa membangun daerahnya sendiri secara mandiri walau masa pandemi belum berakhir.

[RWT | ADV DISKOMINFO]


Related Posts


Berita Lainnya