Headline

Banyak Sebabkan Kematian, Dokter di AS Minta Rokok Elektrik Dilarang

Kaltim Today
25 Agustus 2019 06:29
Banyak Sebabkan Kematian, Dokter di AS Minta Rokok Elektrik Dilarang
Remaja yang koma selama 10 hari melawan penyakit yang disebabkan oleh vaping atau rokok elektrik di Amerika Serikat. (Web MD)

Kaltimtoday.co - Seorang pasien yang belum lama menggunakan rokok elektrik atau vape, meninggal karena penyakit paru-paru parah di Amerika Serikat. Keterangan dokter setempat, penyakit paur-paru itu disebabkan penggunaan rokok elektrik alias vape.

"Kami mendapat laporan tentang kematian seorang dewasa yang masuk ke rumah sakit karena penyakit paru-paru, tidak lama setelah dia mulai menggunakan rokok elektrik," kata Jennifer Leyden, pejabat kesehatan di negara bagian Illinois seperti dilansir dari voaindonesia.com.

Sampai Jumat (24/8/2019), tercatat ada 193 orang di 22 negara bagian Amerika Serikat yang menderita gangguan paru-paru parah terkait penggunaan rokok elektrik sejak akhir Juni menurut data Centers for Diseases dan Prevention Amerika Serikat.

San Fransisco Jadi Kota AS Pertama yang Larang Penjualan Rokok Elektrik

Penyebab kematian yang dilaporkan itu belum bisa dipastikan, tapi ke-193 pasien mengaku telah menggunakan rokok elektrik untuk menghirup nikotin atau ganja.

"Tingkat intensitas penyakit mereka mencemaskan. Amerika Serikat harus mengumumkan bahwa menggunakan rokok elektrik (mengisap vape) berbahaya bagi kesehatan,” kata Direktur Departemen Kesehatan Illinois, dr Ngozi Ezike.

[TOS | VOA]



Berita Lainnya