Kukar

Bikin Bangga, Putra Daerah Asal Kukar Ekspor Kapal Wisata

Kaltim Today
18 September 2020 18:53
Bikin Bangga, Putra Daerah Asal Kukar Ekspor Kapal Wisata
Kapal Penumpang Wisata SWATH buatan putra daerah asal Anggana, Kukar.

Kaltimtoday.co, Tenggarong - Sungai Mahakam telah menjadi urat nadi ekonomi masyarakat Kaltim. Kapal sebagai alat angkut ternyata jadi saksi bagaimana alih teknologi ikut berpengaruh pada budaya masyarakat tepi sungai. Alat transportasi apung itu tak lagi didominasi jenis mini yang berbahan kayu.

Arus investasi dalam industri perkapalan pun tumbuh subur dan menghadirkan beragam rupa kapal besi, hal ini mendorong warganya untuk mengembangkan kreativitas dalam memenuhi kebutuhan sekaligus meningkatkan taraf hidupnya.

Berdasarakan hal itu yang mendorong PT. Allvina Primater untuk membuat kapal penumpang wisata berjenis Small Waterplane Area Twin Hull (SWATH) di perairan kecamatan Anggana, Kutai Kartanegara.

“Pembuatan Kapal Penumpang Wisata SWATH dikerjakan oleh sebanyak 150 orang dan semuanya adalah warga lokal Anggana. Adapun kapasitas penumpang sebanyak 100 orang, dengan panjang 43 meter dan lebar 20 meter,” kata Direktur Teknik PT Allvina Prima, Ridwan pada Jumat (18/9/2020).

Dia melanjutkan, teknik bangunan kapal ini sepenuhnya didukung para ahli dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya. Selain itu, kapal jenis ini satu-satunya yang dibuat di Asia Tenggara dan merupakan pesanan pengusaha dari Maldives.

Pembuatan Kapal SWATH yang terletak di Anggana, Kutai Kartanegara. (Diskominfo Kukar)
Pembuatan Kapal SWATH yang terletak di Anggana, Kutai Kartanegara. (Diskominfo Kukar)

“Sejatinya kapal ini akan dibuat di China. Akan tetapi, secara kualitas dan harga, Indonesia lebih menarik. Selain itu, sebelumnya telah terjual 2 unit kapal dengan jenis berbeda ke negara tersebut. Berdasarkan hal itu, mereka pilih Indonesia,” kata Ridwan.

Selain itu, bahan baku masih jadi kendala yang menghambat proses pengerjaan kapal, karena harus didatangkan dari luar negeri.

"Targetnya kapal SWATH akan rampung pada akhir tahun 2020 ini," kata Ridwan.

Dia menambahkan, di tengah lesunya berbagai sektor perekonomian terutama bisnis batu bara sejak pandemi Covid-19, bisnis galangan kapal masih akan terus bertahan mengingat Indonesia adalah negara maritim.

“Mendorong Pemkab Kukar agar membentuk Perusahan Daerah (Perusda) Perkapalan, dengan pola pembuatan berdasarkan pesanan. Hal ini akan memberikan keuntungan tambahan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kukar secara khusus dan Provinsi Kaltim secara umum di masa yang akan datang,” kata Ridwan.

Ridwan berharap, saat peluncuran Kapal SWATH kelak bisa dihadiri Bupati Kukar, Gubernur Kaltim, Menteri Perindag atau Presiden RI untuk menyaksikan serta memberi support untuk terus berkarya. Karena ini suatu kebanggan bersama sebagai anak bangsa karena bisa membuat kapal SWATH.

Ke depannya, akan ada tempat pelatihan gratis yang disediakan oleh Pemkab Kukar dan Pemprov Kaltim terkait teknik pembuatan perkapalan agar pengembangan sumber daya manusia (SDM) agar efektivitas dan efisiensi kerja meningkat.

[SUP | RWT]


Related Posts


Berita Lainnya