Kutim

Cegah Radikalisme, Yuli Sa’pang Sebut Empat Pilar MPR RI Perlu Dipahami Masyarakat

Kaltimtoday.co, Sangatta – Kurangnya pemahaman masyarakat terhadap empat pilar kebangsaan, mengakibatkan rentan terpapar paham radikalisme.

Pancasila, Undang-undang dasar 45, NKRI dan Bhineka Tunggal Ika, bila dihayati masyarakat khususnya generasi muda, maka tidak akan mudah terpengaruh paham-paham radikal.

Baca juga:  Diimingi 100 ribu, 8 Tersangka Kasus Pilkada Kutim Perankan 20 Adegan Rekonstruksi

Hal itu disampaikan anggota DPRD Kutim, Yuli Sa’pang usai menghadiri sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan yang dibawakan Anggota Komisi II DPRD Kaltim Sapuad di Desa Singa Gembara, Kecamatan Sangatta Utara, Kutai Timur (Kutim) beberapa waktu lalu.

Politisi PDI-P ini ingin masyarakat memahami fungsi dari empat pilar MPR RI itu.

“Harus terintegrasi dari pusat, provinsi hingga kabupaten kota. Makanya masyarakat dilibatkan. Perannya sangat besar,” ujar Yuli kepada media ini, Senin (28/6/2021) kemarin.

Baca juga:  7 Fraksi DPRD Kutim Sampaikan Pandangan Umum Terhadap Pengantar Kebijakan Umum RPJMD 2021-2026

Bahkan, Anggota Komisi D DPRD Kutim itu menyebutkan, jika tugas DPRD dan harus turun menyampaikan karena wajib. Apalagi isu radikalisme kian merebak. Tentu perlu disampaikan agar mencegah.

“Program-program kelayakan itu harus disampaikan dengan baik. Setidaknya masyarakat mau peduli terdahap sesama,” paparnya.

Baca juga:  Ria Handayani Minta Pemkab Kukar Atasi Genangan Air di Jalan Danau Jempang, Tenggarong

Menurutnya, empat pilar MPR RI menjadi penting dipahami agar jiwa bela negara dimiliki masyarakat. Bukan hanya berperan, tapi juga menerapkan di lingkungan masing-masing.

“Keamanan dan toleransi harus dijaga. Begitu pula dengan kebangsaan. NKRI harga mati,” katanya.

Sudah seharusnya, kata dia, masyarakat mengetahui kalau aturan yang dibuat. Begitu juga tujuannya dibuat. Apalagi semua warga mempunyai hak dan kewajiban tersebut.

Baca juga:  Cerita Suka Duka Guru Pedalaman Kutim Selama Mengajar di Masa Pandemi

“Untuk menjaga negara. Jangan sampai terpecah belah. Kesatuan harus dijaga. Bhineka Tunggal Ika harus dipegang teguh. Indonesia negara dengan berbagai macam perbedaan di setiap daerahnya,” pungkasnya.

Yuli menambahkan, jika program tersebut termasuk dalam rencana kerja DPRD Kaltim. Dia menilai, aktivitas itu juga dapat mencegah aktivitas radikalisme, termasuk persatuan dan kesatuan bangsa.

“Semua warga harus peduli terhadap lingkungannya. Jangan abaikan hal kecil. Demi keamanan dan ketentraman bersama,” tutupnya.

[El | NON | ADV DPRD KUTIM]

Facebook Comments
Tags

Related Articles

Back to top button
Close