Samarinda

Dianggap Kuno, Ini Jawaban DLH Samarinda Soal Jaring Penangkap Sampah

Kaltimtoday.co, Samarinda – Beberapa masyarakat menganggap aksi Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Samarinda untuk memasang jaring penangkap sampah sebagai cara yang kuno. Karena beberapa daerah lain di Indonesia, sudah menerapkan cara yang lebih modern untuk menyaring sampah yang kadung hanyut di sungai.

Namun, DLH Samarinda memiliki alasan tersendiri mengapa pihaknya tetap memang jaring penangkap sampah dengan ‘sederhana’.

Baca juga:  Genap Sebulan Dilantik, DLH Samarinda Berhasil Jaring 2 Ton Sampah

“Pertama, transportasi sungai masih berfungsi. Kapal-kapal tradisional milik warga masih hilir mudik di sungai,” ungkap Kepala DLH Samarinda, Nurrahmani.

Kondisi itulah yang membuat jaring penangkap sampah tak bisa dipasang secara menyeluruh disepanjang lebar sungai.

Belum lagi arus deras Sungai Karang Mumus (SKM) yang membuat beberapa jaring kerap terlilit dan mengurangi kemampuannya menangkap sampah.

“Sejauh ini kami pasang di 4 titik, di 4 jembatan. Kalau sudah di daerah hilir SKM, yang dekat ke Sungai Mahakam itu arusnya kencang,” lanjut Yama.

Baca juga:  Bukan Cuma Donasi Rumah Tangga, DLH Samarinda Gaet Pengusaha untuk Minyak Bekas

Sejauh ini, selama hampir 1 bulan jaring tersebut terpasang, 2 ton lebih sampah sudah berhasil terjaring.

Dia berharap, kedepannya seluruh jembatan di Samarinda bisa terpasang jaring tersebut. Sehingga semakin hilir SKM, semakin seidkit sampah yang bisa ditemui.

[KA | NON | ADV DLH SAMARINDA]

Facebook Comments
Tags

Related Articles

Back to top button
Close