Kukar

DPRD Kukar Sebut Lubang Eks Tambang Jadi Opsi Kebutuhan Sistem Irigasi

Kaltim Today
05 Desember 2020 19:27
DPRD Kukar Sebut Lubang Eks Tambang Jadi Opsi Kebutuhan Sistem Irigasi

Kaltimtoday.co, Tenggarong - Sistem pertanian di Kutai Kartanegara (Kukar) mencoba “menjajaki” lubang eks tambang untuk dipakai sebagai sistem irigasi. Ada beberapa kecamatan yang sudah mulai mencoba menggunakannya.

Kendati demikian, Ketua Komisi I DPRD Kukar, Supriyadi mengingatkan, peluang ini jangan jadi alasan pemilik perusahaan lepas tangan dengan kewajibannya untuk melakukan reklamasi lubang pasca galian tambang. Tetap ada rasa tanggung jawab.

“Harus ikut mensupport juga, dari alur hulunya dibantu, seperti untuk pembuatan irigasi misalnya,” ujar Supriyadi.

Supriyadi menyebut, hal ini sebagai bentuk tanggung jawab perusahaan. Sekalian mendukung terkait kepentingan ekonomi kerakyatan di Kukar.

“Yang jelas kalau saya sebagai anggota DPRD mendukung saja,” jelasnya lagi.

Walaupun diketahui sangat berpotensi disektor pertaniannya. Dibuktikan dengan beberapa tahun terakhir ini selalu surplus. Serta ikut menyumbang kebutuhan Kaltim hingga 45 persen lebih. Tapi masih saja ada kendala yang berarti. Tidak lain dan tidak bukan adalah kurangnya fasilitas dan sistem irigasi.

 

View this post on Instagram

 

A post shared by Kaltim Today (@kaltimtoday.co)

Maka ide memanfaatkan lubang eks tambang sebagai sumber air untuk pertanian cukup masuk akal dan lubang eks tambang cukup banyak di Kukar.

“Itu salah satu program yang kita garap dan galakkan,” kata Kepala Distanak Kukar, Sutikno.

Pendekatan pun dilakukan pada perusahaan yang bersangkutan. Utamanya yang lokasi lubang tambangnya tidak terlalu jauh dengan lokasi pertanian warga agar bisa digunakan.

Karena beberapa petani di Kecamatan Tenggarong Seberang dan Loa Kulu sudah lebih dulu memanfaatkannya dan terbilang sukses. Karena itu, metode irigasi dari lubang tambang ini akan coba lebih digalakkan.

"Jadi sudah (mulai) berkembang kita,” terang Sutikno.

Dengan memanfaatkan opsi ini, bisa menjadi peluang pemecahan masalah lubang tambang. Yang puluhan kali merenggut nyawa orang itu. Serta dampak buruk bagi lingkungan. Karena dibiarkan menganga setelah selesai dieksploitasi.

[TUR | NON | ADV DPRD KUKAR]


Related Posts


Berita Lainnya