Kukar

Hari Ibu Nasional, Perempuan Dituntut Miliki Kemampuan di Berbagai Bidang

Kaltim Today
22 Desember 2020 20:57
Hari Ibu Nasional, Perempuan Dituntut Miliki Kemampuan di Berbagai Bidang
Kasi Pelembagaan Pengarusutamaan Gender dan Pemberdayaan Perempuan Bidang Sospolhum, Badan KB dan P3A Kukar, Tumiar Manurung. (SupriKaltimtoday.co)

Kaltimtoday.co, Tenggarong - Tahun ini, peringatan Hari Ibu Nasional ke-92 tidak sama seperti biasanya. Pasalnya, kegiatan yang biasa yang dilakukan ditiadakan karena pandemi Covid-19 sehingga peringatan hanya dilakukan secara Vicon.

Sementara itu, Hari Ibu kali ini mengangkat tema "Perempuan Berdaya Indonesia Maju" sebagai bentuk untuk mewujudkan kaum perempuan yang mampu menguasai berbagai bidang, sehingga kedepannya dapat memajukan Indonesia.

Kasi Pelembagaan Pengarusutamaan Gender dan Pemberdayaan Perempuan Bidang Sospolhum, Tumiar Manurung mengatakan, perempuan berdaya yaitu yang paling mendasar, perempuan dituntut untuk mengasai di sektor pendidikan.

Sebab wawasan ilmu pengetahuan itu sangat penting kedepannya khususnya bagi anaknya. Kemudian, perempuan juga harus memiliki keterampilan atau keahlian.

"Pemerintah ingin agar perempuan bisa mandiri dalam segi ekonomi," ujarnya kepada Kaltimtoday.co, Selasa (22/12/2020).

Selain itu, adanya pandemi Covid-19 di tahun ini yang memaksakan kaum ibu punya peranan penting menjadi guru bagi anak-anaknya di rumah. Jika tidak mengerti teknologi maka akan terkendala sebab anaknya belajar secara daring.

"Jika tidak mengerti, gimana mau mengajari anaknya yang masih SD untuk mengikuti pembelajaran dari gurunya secara online," ujarnya.

Hal-hal seperti inilah, perempuan dituntut sehingga banyak perjuangan yang harus diperdayakan kaum perempuan.

Tumiar melanjutkan, pemerintah pusat mengadakan pemilihan perempuan inspiratif dengan berbagai jenis latar belakang yang tujuannya melakukan perubahan nyata di lingkungan sendiri ataupun daerahnya.

Generasi muda milenial juga dituntut untuk melakukan perubahan-perubahan khususnya kaum perempuan dalam kemajuan bangsa.

"Pemerintah memberikan penghargaan kepada generasi muda milenial yang inspiratif yang peduli terhadap kaum perempuan," ungkap Tumiar.

Dia menambahkan, di Kukar sebenarnya ada perempuan inspiratif tetapi kelengkapan untuk menunjang persyaratan itu pihaknya belum siap.

"Kami belum siap, karena diberikan mendadak," tutupnya

[SUP]



Berita Lainnya