Kaltim

IPG Kaltim Capai 85,95 Persen, Paser Jadi Daerah dengan Disparitas Gender Tertinggi

Kaltim Today
15 Juli 2022 10:16
IPG Kaltim Capai 85,95 Persen, Paser Jadi Daerah dengan Disparitas Gender Tertinggi
Ilustrasi. (Foto: Pixabay)

Kaltimtoday.coIndeks Pembangunan Gender (IPG) Kalimantan Timur (Kaltim) hingga tahun 2021 baru mencapai angka 85,95 dari 100 yang diharapkan dari pembangunan nasional. Dari IPG 85,95 dapat disimpulkan capaian pembangunan manusia yang dicapai laki-laki di Kaltim lebih tinggi daripada perempuan.

Demikian dilaporkan Badan Pusat Statistik (BPS) Kaltim dalam laporan Indeks Pembangunan Manusia Provinsi Kalimantan Timur 2021 yang diterbitkan April 2022, oleh Plt Kepala BPS Kaltim (saat itu), Ir Nur Wahid bersamaan dengan launching laporan Pertumbuhan dan Peranan PDRB Kaltim Menurut Lapangan Usaha Tahun 2021.

“IPG Kaltim 85,95, artinya, capaian pembangunan manusia masih relatif tinggi dibandingkan perempuan,” kata BPS.

IPG Kaltim yang hingga 2021 baru mencapai 85,95 tersebut, cerminan dari IPM (Indks Pembangunan Manusia)  Kaltim yang tahun 2021, di mana IPM laki-laki 81,86 sedangkan IPM perempuan 70,36.

“Secara konseptual, capain ini merefleksikan masih besarnya disparitas gender di Kaltim,” ungkap BPS.

BPS juga mengingatkan, disparitas gender terjadi di semua kabupaten/kota di Kaltim. Kabupaten Paser merupakan wilayah dengan disparitas gender tertinggi dengan IPG yang hanya sebesar 71,19. Sementara Kota Balikpapan merupakan wilayah dengan disparitas gender terendah, dengan IPG sebesar 89,83.

“Adapun IPG kabupaten/kota lainnya di Kaltim berkisar antara 76 sampai 89,” BPS menerangkan.

Disparitas tidak hanya terjadi antar gender, tapi juga antar individu, yang selama ini disebut dengan gini ratio. Gini ratio mengukur ketimpangan pengeluaran antar penduduk, di mana semakin mendekati angka 1 (satu), maka semakin tinggi ketimpangan di wilayah tersebut.

Sebaliknya, apabila gini ratio menjauhi angka 1 (satu) dan mendekati angka 0 (nol), maka semakin baik pemerataan di wilayah tersebut.

Gini ratio Kaltim tercatat sebesar 0,334 pada Maret 2021,” kata Nur Wahid.

Menurut BPS, gini ratio  sebesar 0,334 tersebut mengindikasikan bahwa, di kaltim disparitas antarindividu dari sisi ekonomi masih terjadi. Tren gini ratio di Provinsi Kaltim dari tahun 2015-2021 mengalami naik turun dengan ketimpangan tertinggi terjadi tahun 2018 sebesar 0,342. Pada 2019 dan 2020 menurun, namun kembali meningkat 2021.

“Disparitas terjadi karena belum semua orang punya akses yang sama dalam mengakses layanan kesehatan dan pendidikan yang merupakan modal dasar untuk mendapatkan penghasilan penghidupan yang layak,” demikian BPS.

[RWT | ADV DISKOMINFO KALTIM]

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kaltimtoday.co. Mari bergabung di Grup Telegram "Kaltimtoday.co", caranya klik link https://t.me/kaltimtodaydotco, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Berita Lainnya