HeadlineSamarinda

Kepala Sekolah dan Guru di Samarinda Diwajibkan Bersertifikasi

Kaltimtoday.co, Samarinda – Penerimaan peserta didik baru (PPDB) di tigkat SD dan SMP telah selesai. Namun, Dinas Pendidikan (Disdik) Samarinda tidak bisa bersantai. Mereka sedang tahap meningkatkan kapasitas kepala sekolah dan guru. Pasalnya, kepala sekolah diharuskan memiliki nomor unik kepala sekolah (NUKS). Sedangkan di tingkat SMP masih ada kepala sekolah yang belum mengantongi NUKS.

Rupanya masalah NUKS tidak hanya ada di tingkat SMP. Di tingkat SD pun terdapat 40 lebih kepala sekolah yang belum punya sertifikat tersebut. Makanya, Disdik mengupayakan seluruh kepala sekolah memiliki NUKK dan bersertifikat tahun ini.

Baca juga:  Soal Pemindahan Ibu Kota Negara, Aktivis Sebut Alam Kaltim akan Semakin Rusak

“Jangan dianggap sepele. NUKK menjadi standar kelayakan memimpin sekolah,” ujar Kadisdik Samarinda Asli Nuryadin.

Dia melanjutkan, kepala sekolah seorang leader, perlu diperkuat dengan ilmu manajemen. Untuk mendapatkan predikat itu, kepala sekolah wajib mengikuti tes yang dilanjutkan pendidikan dan latihan (diklat). Sebab, bersertifikat dianggap layak menjadi kepala sekolah.

“Nah, sekarang masih banyak yang belum. Kami berharap tahun ini 75 persen kepala sekolah memiliki NUKK. Sisanya diupayakan awal 2020,” sebut dia.

Apalagi sampai tidak memiliki sertifikat hingga Desember 2020, suka tidak suka harus diganti dengan guru atau kepala sekolah yang memiliki NUKK. Pasalnya, tahun depan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) akan mulai memberlakukan aturan tersebut. Sehingga, sertifikasi wajib didapat kepala sekolah.

“Apalagi ijazah hanya boleh ditandatangani kepala sekolah yang bersertifikat. Ini berlaku untuk penerimaan dana Bosnas,” katanya.

Sedangkan bagi guru, hampir 300 guru di SD dan SMP belum mendapatkan tunjangan fungsional. Jika digabung dengan guru SMA dan SMK mencapai 500 guru. Sertifikasi menjadi syarat agar dapat menerima tunjangan yang mencapai satu kali gaji pokok.

“Tapi, harus mengikuti seleksi. Tunjangan untuk kesejahteraan guru. Sekarang guru-guru perlu meningkatkan kompetensinya. Menambah referensi lain dan update IT. Syarat mendapat tunjangan fungsional ada tahapannya,” bebernya.

Guru juga diwajibkan menjadi inspirasi bagi murid. Sehingga bisa mendeteksi kemampuan anak. Misalnya, yang tidak pandai baca tulis al-quran, ketika lulus sudah bisa. Begitu pula bagi siswa yang berperilaku kurang baik, diharapkan menjadi lebih baik.

Baca juga:  Sebelum Akhir Masa Jabatan, Jaang akan Tentukan Pemindahan Balai Kota

“Tahun ini kami akan membuat kesepakatan dengan orang tua siswa. Jadi, di rumah mereka sudah menjaga kebersihan dan disiplin, harapannya sikap itu dibawa ke sekolah. Peran masyarakat, orang tua maupun pemerintah sangat diperlukan,” ucap dia.

Dia berharap, proses mengeyam pendidikan dapat memberikan hasil bagi siswa. Pasalnya, dari dulu tidak ada hal spektakuler di sekolah.

“Selama ini hanya dihadapkan pada permasalahan degradasi perilaku. Ini sebuah tantangan agar siswa terdidik dengan pembentukan karakter baik dan ilmu pengetahuan,” pungkasnya.

[YSS | TOS | ADV]

Facebook Comments
Tags

Related Articles

Back to top button
Close