Opini

Peran Keluarga dalam Mendampingi Anak Belajar di Masa Pandemi Covid-19

Kaltim Today
26 Juni 2021 10:53
Peran Keluarga dalam Mendampingi Anak Belajar di Masa Pandemi Covid-19

Oleh: Dwi iswahyuni (Mahasiswa Sosiologi Universitas Muhammadiyah Malang)

Pandemi Covid-19 yang juga sering disebut dengan coronavirus dinyatakan pertama kali masuk ke Indonesia pada Maret 2020, bukan Indonesia saja yang mengalaminya melainkan seluruh negara maupun dunia juga dilanda pandemi Covid-19 yang mengganggu kesehatan.

Virus ini tidak hanya mengganggu kesehatan masyarakat melainkan juga mengganggu perekonomian dan pendidikan yang sangat berdampaknya pada masyarakat, seluruh aktifitas mulai dari pendidikan sampai pekerjaan hanya dilakukan di rumah saja menggunakan via daring yang dimana semua kegiatan pun menjadi terbatas.

Dampak terutama akibat pandemi Covid-19 ialah dunia pendidikan yang dimana sebelum pandemi tersebut berlangsung kegiatan belajar siswa berpusat pada guru atau pengajar yang bertatapan langsung, akan tetapi saat ini proses belajar mengajar dilakukan hanya di rumah dan berpusat hanya kepada orangtua dan tugas diberikan guru melalui online untuk mendudukung proses belajar anak. Berdasarkan observasi orangtua tetap melakukan pendampingan terhadap anak dalam proses mengerjakan tugas dan juga membantu dari awal hingga salesai.

Pendidikan anak tumbuh pertama kali terdapat pada lingkungan keluarga yang dimana anak mendapatkan bimbingan serta pendidikan dasar. Keluarga juga memiliki tugas utama dalam soal pendidikan anak, sebagai acuan dasar mengenai pendidikan keagamaan, nilai budaya, serta moral yang ditanamkan sejak dini oleh orangtua terhadap anaknya bersosialisasi dengan baik dalam lingkungan masyarakat.

Proses pendidikan anak dalam keluarga belum sepenuhnya diterapkan oleh orangtua terkait cara atau prinsip yang diajarkan oleh guru di sekolah pada anak usia dini, orangtua hanya berfokus pada semangat anak dalam mengerjakan tugas yang sudah diberikan. Adapun setiap keluarga memiliki cara tersendiri dalam memberikan pendampingan kepada anak-anaknya seperti memberi kebebasan dahulu untuk bermain ketika sudah selesai bermain kemudian melanjutkan belajar hingga anak tidak merasakan bosan.

Tidak semua orangtua memiliki pemahaman yang sama tetapi orangtua memiliki inisiatif untuk memberikan penghargaan atau pujian kepada anaknya yang berbentuk kalimat maupun berupa barang yang dimana anak akan merasa lebih semangat lagi jika mereka menyeselesaikan tugas yang sudah diberikan oleh gurunya. 

Keluarga pun diharapkan berusaha memfasilitasi kebutuhan anak baik biologis maupun psikologis, serta menyayangi dan mendidik menjadi anak yang bisa membanggakan untuk kedua orangtuanya serta tumbuh menjadi pribadi yang berguna untuk masyarakat sekitar. Dalam hal mendidik anak, orangtua juga harus banyak memperhatikan karakteristik anak dalam melakukan sesuatu, jangan sampai kita melupakan hak-haknya sebagai seorang anak. 

Adapun fungsi peran keluarga:

  1. Fungsi Afekrif yang artinya keluarga memberikan kenyamanan emosional terhadap anak
  2. Fungsi Sosialisasi yang artinya keluarga sebagai guru menanamkan kepercayaan dan nilai
  3. Fungsi Reproduksi yang artinya keluarga melahirkan anak dan menumbuhkembangkan anak
  4. Fungsi Ekonomi yang artinya keluarga memberikan finansial untuk anggota keluarga dan kepentingan di masyarakat
  5. Fungsi Fisik yang artinya keluarga memberikan keamanan dan kenyamanan.(*)

*) Opini penulis ini merupakan tanggung jawab penulis seperti tertera, tidak menjadi bagian tanggung jawab redaksi kaltimtoday.co



Berita Lainnya