Kaltimtoday.co - Kasus Bupati nonaktif Kukar Rita Widyasari di KPK kembali berlanjut. Kini, komisi anti rasuan kembali mengungkapkan hal baru. Salah satunya, Rita diduga membeli 40 tas mewah bermerek untuk menyamarkan uang hasil gratifikasi yang dia terima senilai Rp 436 miliar. 

Rita disangka melakukan tindak pidana pencucian uang.

"Tas bermerek ada 40 buah. Ini tas-tas mahal buatan desainer," ungkap Wakil Ketua KPK Laode Muhammad Syarif dalam jumpa pers di Gedung KPK, Jakarta, Selasa (16/1) siang seperti dilansir dari kompas.com.

Rita dan Komisaris PT Media Bangun Bersama, Khairudin, diduga telah menerima fee atas proyek, fee atas perizinan, dan fee pengadaan barang dan jasa yang menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Pemkab Kukar.

Adapun, terkait jumlah gratifikasi tersebut totalnya ditaksir mencapai Rp 436 miliar.

Dalam jumpa pers, KPK menunjukkan beberapa barang bukti berupa tas yang dibeli Rita. Beberapa tas tersebut bermerek Hermes, Chanel, dan Louis Vuitton.

Puluhan tas itu didapatkan petugas KPK saat melakukan penggeledahan di sembilan lokasi di Kaltim. Beberapa di antaranya di rumah pribadi Rita, rumah anggota DPRD, dua rumah pribadi di Samarinda, dan satu rumah teman Rita di Tenggarong, Kukar.

Selain tas, KPK juga menyita sepatu, jam tangan, dan uang dollar AS yang jumlahnya setara Rp 200 juta dan dokumen berupa rekening koran. Rita dan Khairudin diduga membelanjakan hasil gratifikasi tersebut berupa pembelian kendaraan yang menggunakan nama orang lain. Kemudian, membeli tanah dan menyimpan uang atas nama orang lain.

Rita dan Khairudin disangka melanggar Pasal 3 dan atau Pasal 4 Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang jo Pasal 55 ayat 1 ke-1 jo Pasal 65 ayat 1 KUHP.

Sebelumnya, ketua nonaktif DPD Golkar Kaltim itu telah disangka menerima suap. Ia dan Khairudin juga telah berstatus tersangka penerima gratifikasi. Saat ni Rita mendekam di rutan KPK.

[Mao Iskandar]