Tambang Batubara Ilegal Dibekingi Oknum Polisi Samarinda

Penambang batubara sudah benar-benar kehilangan akal sehatnya. Tempat pemakaman umum (TPU) Kebon Agung, di RT 03 Kelurahan Lempake, Kecamatan Samarinda Utara, ikut jadi korban tambang. Parahnya, tambang ini ternyata illegal dan dibekingin oknum polisi Samarinda.

Hal itu terungkap ketika Penjabat Sementara (Pjs) Wali Kota Samarinda Zairin Zain sidak ke lokasi tambang illegal tersebut, Rabu (20/2/2018) pagi. Zairin tampak miris dan mengelus dada melihat kondisi kuburan yang terkena aktivitas tambang illegal.  

"Langsung sidak ke makam yang digali. Kita lihat langsung di lapangan, betapa tak bermoral orang yang menggarap, menggali seperti itu. Bahkan pagar makam sudah ada, itu hak orang tak boleh diganggu. Itu tidak ada moralitas terhadap pemakaman. Kami minta ini dikembalikan seperti semula," kata Zairin sebagaimana dikutip dari Merdeka.com

Menurut warga sekitar, Samim, masyarakat sudah lama mengeluhkan aktivitas tambang tersebut sejak tiga bulan terakhir. Bahkan sudah pernah dilaporkan ke kelurahan hingga kecamatan dan kantor polisi. Namun tetap saja beroperasi. “Saya menanyakan ke operator alat berat, ada sekitar 210 ton batubara yang sudah diangkut. Itu punya anggota polisi," beber Samim pada media.

Sementara itu, Kapolresta Samarinda Kombes Vendra Riviyanto mengakui sudah mendapat laporan dari Polsekta Samarinda Utara tentang tambang illegal tersebut. Namun Vendra belum mau membeber siapa oknum polisi yang disebut warga membekengin tambang illegal itu. “Masih penyelidikan. Kalau tahap penyelidikan ya Provost ada, Reskrim jugaada," katanya.

 [Slamet Riyadi]


Artikel Terkait