Dalam Deklarasi Kampanye Damai di Stadion Madya Sempaja, Minggu (18/2/2018).

Kaltimtoday.co - Hal mengejutkan terjadi dalam Deklarasi Kampanye Damai Pilgub Kaltim, di Stadion Madya Sempaja pagi tadi. Calon Wakil Gubernur Kaltim Safaruddin yang juga mantan Kapolda Kaltim secara tak langsung "menyerang" kepemimpinan Wali Kota Samarinda Syaharie Jaang dan Awang Faroek Ishak.

Kejadian itu bermula ketika Rusmadi selesai berorasi. Safaruddin langsung mengambil mic dari Rusmadi lalu menyatakan kekecewaannya karena Samarinda banjir. 

"Saya pertama tama minta maaf kepadanseluruh rakyat Kaltim dan Samarinda. Banyak yang mau hadir di tempat ini tidak dapat karena kebanjiran. Kota tidak layak huni. Apa yang diharapkan dari pengelolaan kota tak layak huni itu. Bukan saya, hasil survei membuktikan itu," tegas Safaruddin dalam orasinya.

Baca Juga: Detik-Detik Samarinda Disebut Tak Layak Huni

Orasi mantan Kapolda Kaltim ini mengejutkan semua peserta khususnya dari pendukung Jaang-Ferdi. Sontak mereka membalas dengan sorak sorakan dan teriakan. 

Tak hanya itu, Safaruddin juga menyinggung banyak warga yang tak bisa tidur kala banjir namun pemimpinnya tidur nyenyak karena tak kebanjiran. "Pemimpinnya tidak tahu kalau ada masyarakat tidak tidur kalau hujan kebanjiran. Karena pemimpinnya tidak kebanjiran rumahnya," kata mantan Kapolda Kaltim ini kesal. 

Ketua Bawaslu Kaltim Saiful menilai yang dilakukan Safaruddin tak etis meski tak menyebut langsung nama Jaang dan Awang Faroek sebagai Gubernur Kaltim

"Tadi langsung saya ingatkan agar tak menggunakan cara seperti itu dalam berkampanye. Harusnya sampaikan program saja. Itu tak boleh lagi dilakukan," ungkap Saiful usai acara.

Deklarasi Kampanye Damai ini sendiri merupakan rangkaian dimulainya kampanye Pilgub Kaltim yang sejatinya sudah berjalan sejak tanggal 15 Februari lalu dan akan berakhir 23 Juni mendatang. Meski ramai namun acara berjalan lancar dan tertib.

[Slamet Riyadi]