Kaltimtoday.co - Pengangkatan Asisten I Setprov Kaltim Meiliana sebagai pelaksana tugas (Plt) sekretaris Provinsi (Sekprov) Kaltim oleh Gubernur Kaltim Awang Faroek Ishak, menggantikan Rusmadi yang mendaftar sebagai calon gubernur (cagub) dalam Pilgub Kaltim bermasalah. Kebijakan itu mendapat teguran dari Kemendagri. 

Dirjen Otda Kemendagri, Sumarsono, mengatakan pengangkatan itu telah menabrak aturan PP 11/2017 Pasal 145. Hal itu berisiko hukum. Kebijakan yang dikeluarkan Meiliana bakal menimbulkan masalah dikemudian hari.

Surat teguran atas nama mendagri melalui Dirjen Otda Kemendagri sudah dilayangkan. Kabarnya, ketika Meiliana menghadap ke Dirjen Otda di Jakarta beberapa waktu lalu. Surat itu memuat agar Gubernur Kaltim mengangkat Plt sekprov ketika Sekprov Rusmadi sudah resmi ditetapkan sebagai salah satu calon dalam Pilgub Kaltim 2018. Saat ini Gubernur hanya bisa menunjuk Plh saja.

Dikonfirmasi langsung, Minggu (21/1), Meiliana yang juga menjabat asisten I Setprov Kaltim ini enggan memberikan komentarnya. Dia hanya meminta semuanya ditanyakan langsung ke Gubernur Awang Faroek.

“Nah, tanya langsung ke beliau (gubernur, Red). Saya tidak bisa berkomentar apa pun,” ujarnya seperti dilansir dari balikpapan.prokal.co.

Hingga saat ini, Awang belum memberikan penjelasan kepada publik terkait teguran tersebut. Kepala Biro Humas dan Protokol Tri Murti Rahayu pun enggan memberi keterangan ketikadihubungi media.

Informasinya, semenjak Rusmadi resmi diusung PDIP, Awang Faroek langsung mengeluarkan beberapa kebijakan yang memutus hubungan, yang sebenarnya selama 10 tahun terakhir sangat dekat dengan Rusmadi.

Diusungnya Rusmadi oleh PDIP dan Partai Hanura, sementara sang Awang Awang Ferdian Hidayat yang juga kader PDIP tidak diusung, disebut-sebut membuat Awang “sakit hati”. Bahkan, sebelum mem-Plt-kan Rusmadi, Awang secara internal mengeluarkan kebijakan agar foto-foto Rusmadi baik di baliho hingga sosial media dihapus atau dicopot.

Informasinya lagi, Awang sedang mengidentifikasi kepala-kepala organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkup pemprov yang ketahuan menjadi pendukung Rusmadi. Dia akan langsung mencopot kepala OPD bersangkutan. Tak tanggung-tanggung, informasinya, identifikasi itu disampaikannya dalam rapat staf dengan seluruh kepala OPD di lingkup pemprov beberapa waktu lalu.

[Mao Iskandar | Balikpapan Pos]


Artikel Terkait