Samarinda

Program JKN-KIS Temani Suratmi dan Suami Jalani Masa Senja

Kaltim Today
03 Agustus 2020 16:02
Program JKN-KIS Temani Suratmi dan Suami Jalani Masa Senja
Suratmi, salah satu peserta program JKN-KIS.

Kaltimtoday.co, Samarinda – Suratmi (65)  dan suaminya Rusli (71) sudah tak muda lagi, namun di masa senjanya, kian banyak penyakit menghampiri. Keduanya tetap bertahan hidup dengan menjadi penjual makanan di sebuah warung kecil di bilangan Jalan Sentos, Kota Tepian, Samarinda.

Tim Jamkesnews coba memesan nasi rawon yang menjadi menu andalan di warung milik Suratmi, namun karena sudah agak siang nasi rawonnya telah ludes dipesan para langganannya, bahkan beberapa pelanggannya harus kecewa dan balik arah karena menu andalan di warung itu telah habis. Akhirnya kami memesan nasi campur, rasanya khas masakan Jawa.

Mengawali kisahnya, Suratmi menceritakan tentang kondisi fisiknya yang tak seperti dulu lagi, begitu juga suami tercintanya di usia senjanya banyak dihampiri oleh penyakit, dan baru-baru ini suaminya baru saja menjalani operasi pemasangan ring jantung yang ke kedua kalinya. Untungnya semua biaya pengobatan ditanggung oleh Program Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS).

Program JKN-KIS benar-benar sangat membantu Suratmi dan suaminya. Dia dan keluarga telah terdaftar sebagai peserta program JKN-KIS dari segmen Pekerja Bukan Penerima Upah (PBPU) sejak tahun 2014, dia mengaku telah banyak memanfaatkan untuk berobat.

“Keluarga saya sudah sering pakai BPJS untuk berobat, ya opname, ya operasi, tapi yang paling banyak pakai itu bapaknya tidak tau lagi udah berapa puluh kali dipakai untuk berobat, terakhir ini Juni kemarin bapaknya baru pasang ring jantung yang kedua, kalo tidak salah sudah dipasang empat ring,” tutur Suratmi.

Menurut Suratmi, jauh sebelum menderita penyakit jantung suaminya juga menderita usus buntu, penyakit paru-paru dan asma.

“Awal sakitnya operasi usus buntu terus ya sampai sekarang itu nambah penyakitnya, ya paru-paru, asma dan nambah sakit jantung. Mbah laki itu saat berobat penyakit paru-paru belum tahu kalau punya sakit jantung, sekalinya pas diperiksa eh ada sakit jantung,” papar Suratmi.

Manfaat program JKN-KIS tidak hanya dirasakan oleh suaminya saja, Suratmi juga telah merasakan manfaatnya. Sampai saat ini dia rutin menjalani fisioterapi dua kali dalam seminggu untuk meringankan penyakit syaraf kejepit yang telah lama ia derita.

“Kalau saya BPJS-nya untuk opname karena sakit pinggang yang tidak sembuh-sembuh, di rumah sakit ya di-rontgen, diapakan itu dimasukkan ke lubang bundar (CT Scan) baru kelihatan ada yang sakit lima titik di pinggang dan harus operasi, tapi aku takut, jadinya disuruh saja rajin terapi seminggu dua kali terapi. Kemungkinan ini akibat dulu pernah jatuh tahun 1988 di Jawa, sekarang sudah tua baru timbul penyakitnya,” terang nenek asal Kota Jombang, Jawa Timur ini.

Jujur Suratmi tak sanggup apabila harus menanggung biasa pengoban dirinya dan suami.

“Ya tidak sanggup nak kalau harus pakai biaya sendiri, mungkin pasrah aja karo seng kuwoso (sama Yang Kuasa) kalau sudah tidak mampu lagi, jadi dengan adanya BPJS ini sangat-sangat membantu sekali,” tutupnya.

[KA | RWT]



Berita Lainnya