HeadlineKaltim

PTM 50 Persen untuk SMA Sederajat di Kaltim Mulai Diberlakukan

Kaltimtoday.co, Samarinda – Mulai hari ini, (14/2/2022), Pemprov Kaltim menetapkan pembelajaran tatap muka (PTM) untuk jenjang SMA sederajat maksimal kapasitas 50 persen. Keputusan itu diambil setelah kasus positif Covid-19 mengalami lonjakan hingga mencapai 510 kasus dalam sehari. 

Keputusan itu dikeluarkan Pemprov Kaltim pada 11 Februari 2022. Surat tersebut ditandatangani Wakil Gubernur Kaltim, Hadi Mulyadi. Ada beberapa poin hal yang disampaikan. 

Baca juga:  Puluhan Siswa dan Guru SKOI Kaltim Positif Covid-19, Pembelajaran Tatap Muka Dihentikan Sementara

Pertama, pelaksanaan PTM terbatas dilaksanakan maksimal dengan kapasitas 50 persen dengan durasi maksimal 4 sampai 6 jam pelajaran. Kemudian, sistematika pembelajaran diatur berdasarkan situasi dan kondisi satuan pendidikan dengan menerapkan metode hybrid learning, blended learning, atau shift.

“Tenaga pendidik dapat menyesuaikan dengan jadwal pembelajaran yang telah diatur pada masing-masing satuan pendidikan. Pengaturan waktu kerja bagi tenaga kependidikan dapat dilakukan secara bergantian work from home (WFH) sebesar 50 persen dan work from office (WFO) 50 persen,” ungkap Hadi di dalam surat itu.

Baca juga:  Apresiasi 3 Kelurahan dengan Pelaksanaan Vaksin Terbaik, Pemkot Balikpapan Beri Hadiah Sepeda Motor

Tak hanya itu, pelaksanaan PTM terbatas tetap menerapkan protokol kesehatan secara lebih ketat. Dirinya juga meminta, apabila ada temuan kasus konfirmasi Covid-19 di satuan pendidikan, sekolah segera melakukan tracing dengan bekerja sama pihak-pihak terkait untuk penanganan dan pengendalian penyebaran virus.

Sehingga, apabila angka positivity rate hasil active case finding (ACF) di atas 5 persen, sekolah segera melakukan penghentian PTM terbatas dan segera melaporkan ke cabang dinas wilayah. Seluruh unsur pendidikan pun perlu melakukan pemantauan dan pengawasan terhadap pemenuhan dan pencapaian sasaran dan target kinerja.

Lalu melakukan proses pembelajaran sesuai dengan kurikulum yang telah disesuaikan, menggunakan media informasi untuk penyampaian standar pelayanan baru melalui media publikasi, dan membuka media komunikasi online dengan peserta didik maupun pemangku kepentingan sebagai wadah konsultasi maupun pengaduan.

Baca juga:  KPU Kukar Tolak Rekomendasi Bawaslu RI untuk Diskualifikasi Edi Damansyah

“Surat edaran ini mulai berlaku Senin, 14 Februari 2022 sampai dengan berakhirnya kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat pada masa pandemi Covid-19,” tutup Hadi. 

[YMD | TOS]

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kaltimtoday.co. Mari bergabung di Grup Telegram “Kaltimtoday.co News Update”, caranya klik link https://t.me/kaltimtodaydotco, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Facebook Comments
Tags

Related Articles

Back to top button
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker