Kaltim

Punya Potensi Besar, Pelatihan dan Sertifikasi untuk Barista Terus Digencarkan

Kaltim Today
27 Oktober 2022 18:19
Punya Potensi Besar, Pelatihan dan Sertifikasi untuk Barista Terus Digencarkan
Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Hetifah Sjaifudian saat berikan sambutan di sosialisasi pelatihan untuk barista di Samarinda. (Yasmin/Kaltimtoday.co)

Kaltimtoday.co, Samarinda - Direktorat Pengembangan Sumber Daya Manusia Ekonomi Kreatif Deputi Bidang Sumber Daya dan Kelembagaan di Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf/Baparekraf) menggelar sosialisasi pelatihan berbasis kompetensi subsektor kuliner. Khususnya untuk profesi barista.

Sosialisasi itu berlangsung di City Centrum Exhibition (CCX) pada Kamis (27/10/2022). Agenda tersebut juga berbarengan dengan East Borneo Coffee Competition mulai 27-30 Oktober 2022.

Pada kesempatan tersebut, turut hadir Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Hetifah Sjaifudian. Dia sangat merespons positif atas terselenggaranya agenda kali ini. Dunia perkopian juga dinilainya sebagai hal yang menjanjikan.

"Kita kan merasakan dan melihat sendiri, bagaimana berkembangnya industri perkopian dan terbantunya petani-petani kopi. Lapangan pekerjaan yang terbuka juga bisa dilihat," ujar Hetifah kepada awak media.

Menurutnya, industri kopi mengalami perkembangan yang pesat selama beberapa tahun ke belakang. Apalagi, dengan diadakannya kompetisi untuk para barista akan semakin menguji kebolehan para barista.

"Pemerintah akan melaksanakan beberapa program untuk barista yang akan menambah rasa percaya diri mereka. Mungkin dulu Kaltim dipandang sebelah mata karena tidak punya kebun kopi. Jadi bangga lah dengan sertifikasi bagi barista ini," lanjutnya.

Menurutnya, membuat suatu suguhan kopi tak semudah membalikkan telapak tangan. Ada teknik-teknik yang memang harus dipelajari. Jika seorang barista sudah memiliki sertifikasi, maka penyajian kopi kepada pelanggan juga akan jauh lebih baik. Melalui kompetisi pula, keahlian para barista bisa terus diasah.

Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) Kaltim, Ahmad Herwansyah juga menambahkan bahwa, Pemprov Kaltim mengadakan beasiswa sertifikasi untuk barista. Pun untuk beasiswa itu, pemprov menggandeng Jurusan Pariwisata Politeknik Negeri Samarinda (Polnes).

"Untuk tahun ini, beasiswa itu terdiri dari 5 tahap. Daftarnya secara online, bisa langsung ke website Dispar Kaltim. Ini untuk 100 orang. Polnes nanti yang seleksi," ungkap Herwansyah.

Sebagai informasi, beasiswa sertifikasi itu diperuntukkan bagi barista yang masih duduk di bangku SMA, sedang berkuliah, atau sudah lulus kuliah minimal 2 tahun yang lalu.

"Beasiswa sertifikasi untuk barista ini baru pertama kali dilakukan Pemprov Kaltim. Di Samarinda banyak kafe-kafe. Jadi barista sangat dibutuhkan," lanjutnya.

Sementara itu, Koordinator Edukasi III, Direktorat Pengembangan SDM Ekonomi Kreatif, Kemenparekraf/Baparekraf, Toar RE Mangaribi juga menyadari bahwa kopi sudah menjadi primadona dan bagian dari gaya hidup masyarakat.

"Peminatnya sangat banyak. Kalau di kami, ada pelatihan berbasis kompetensi. Nah itu melatih para barista untuk belajar dan memakai modul-modul perkopian," ungkap Toar.

Setelah itu, barulah para barista ditempatkan di sejumlah kafe untuk menjalani magang selama 1-2 bulan. Hal ini untuk memastikan teori yang diterima para barista bisa diaplikasikan dengan baik di industri yang sesungguhnya.

"Kalau sudah selesai magang, barulah kami buat standardisasi kompetensi untuk sertifikasi. Jadi ini tidak mudah. Biasanya memakan waktu 6 bulan. Setelah itu, baristanya bisa bekerja. Ini sangat luar biasa," lanjutnya.

Ketua East Borneo Coffee Association (EBCA), Heri Bertus turut menimpali bahwa, kompetisi antar barista biasanya diselenggarakan 2-3 kali dalam setahun. Heri berharap, pihaknya bisa terus menjalin kerja sama dengan seluruh pemangku kepentingan. Khususnya dalam rangka pelatihan bagi barista.

"Jadi nanti ada lagi kolaborasi untuk latihan dan sertifikasi bagi teman-teman. Jadi mereka yang bergelut di kopi bisa punya jenjang karier yang lebih jelas ke depannya," bagi Heri.

Dia menjelaskan, sosialisasi kali ini melibatkan 100 barista dari sejumlah daerah di Kaltim. Sedangkan yang mengikuti kompetisinya ada 41 barista. Terkait pemenang, nantinya akan ada 1 orang dari tiap kategori. Heri menyebut, ada 2 kategori di kompetisi kali ini. Yakni latte art dan manual brew.

"1 kategori akan ada 1 pemenang dan akan kami kirim ke Jogjakarta. Nantinya di sana akan mewakili Kaltim," tandasnya.

[YMD | RWT]

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kaltimtoday.co. Mari bergabung di Grup Telegram "Kaltimtoday.co News Update", caranya klik link https://t.me/kaltimtodaydotco, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Berita Lainnya