Samarinda

Rasakan Dampak Akibat Instruksi Gubernur, IHGMA Kaltim: Kami Ini Sudah Kantongi Sertifikat CHSE

Kaltim Today
08 Februari 2021 18:56
Rasakan Dampak Akibat Instruksi Gubernur, IHGMA Kaltim: Kami Ini Sudah Kantongi Sertifikat CHSE
Sekjen Indonesian Hotel General Manager Association (IHGMA) Kaltim, Budi Wahjono.

Kaltimtoday.co, Samarinda - Industri perhotelan turut merasakan dampak akibat Instruksi Gubernur Nomor 1/2021 yang dikeluarkan pada 4 Februari silam. Terlebih lagi ada imbauan kepada masyarakat yang diminta untuk berdiam diri di rumah selama akhir pekan lalu.

Sekjen Indonesian Hotel General Manager Association (IHGMA) Kaltim, Budi Wahjono menyampaikan bahwa, di industri perhotelan telah tegas melaksanakan protokol kesehatan. Bahkan para pegawai dipastikan tidak terpapar virus, dalam keadaan sehat, dan tidak memiliki komorbiditas.

"Jelas bahwa pemerintah pusat yang bernaung di Kemenparekraf telah mengeluarkan tools bernama CHSE. Itu investasinya luar biasa. Tujuannya untuk proteksi. Itu sudah ada auditnya dan dikeluarkan melalui sertifikat," ungkap Budi.

Menurutnya, pemerintah daerah bisa mengikuti apa yang telah ditetapkan oleh pemerintah pusat melalui Kemenparekraf. Demi memastikan hotel mengikuti protokol kesehatan, maka harus ada sertifikat cleanliness, health, safety, and environment sustainability (CHSE).

Ketika hotel sudah mematuhi dan mengikuti prosedur demi mendapatkan sertifikat CHSE, saat ini sertifikat tersebut justru terkesan seperti tak berguna. Relevansi antara instruksi Kaltim Steril dengan sertifikat CHSE pun dipertanyakan oleh Budi. Menurutnya, tak ada relevansi sama sekali. Sebab aturan yang ada saat mendapat sertifikat CHSE itu sudah jelas.

"Dengan keluarnya instruksi ini, ya seolah-olah CHSE tak berlaku. Seyogyanya, pemerintah daerah melihat peraturan yang telah dikeluarkan pemerintah pusat. Harusnya ini disampaikan," lanjutnya.

Ditegaskan Budi, CHSE itu sudah mencakup secara keseluruhan. Tak hanya berpaku pada protokol kesehatan, namun juga memerhatikan keamanan dan lingkungan. Budi yang juga menjabat sebagai General Manager (GM) Mercure-Ibis Hotel Samarinda menyampaikan, hotelnya harus merasakan dampak akibat instruksi berdiam diri pada Sabtu dan Minggu.

[irp posts="27414" name="Pasar Segiri Tetap Buka, Pedagang: Sehari Tidak Jualan, Mau Makan Apa?"]

"Kemarin ada event ulang tahun, harus ter-cancel. Lalu ada juga wedding. Tapi tak bisa di-cancel karena sudah disiapkan sejak lama. Jadi hanya dihadiri keluarga. Kalau ada yang cancel itu, kami beri kelonggaran," beber Budi.

Diakuinya, okupansi hotel pun menurun sekitar 50 persen. Padahal, di Mercure-Ibis Hotel tiap akhir pekan umumnya selalu penuh dengan kegiatan. Seandainya instruksi ini masih berlanjut pada Sabtu-Minggu mendatang, Budi berharap hal itu bisa diubah dengan menggantinya pada hari kerja.

[YMD | RWT]



Berita Lainnya