Kukar

Rendi Solihin Salurkan Hewan Kurban ke Wilayah Pesisir, Warga Jalani Isolasi Mandiri Juga Dapat Bagian

Kaltim Today
19 Juli 2021 19:32
Rendi Solihin Salurkan Hewan Kurban ke Wilayah Pesisir, Warga Jalani Isolasi Mandiri Juga Dapat Bagian
Wakil Bupati Kukar, Rendi Solihin saat mendistribusikan hewan kurban di Kelurahan Handil Baru, Samboja. (Supri/Kaltimtoday.co)

Kaltimtoday.co, Tenggarong - Wakil Bupati Kukar Rendi Solihin menyalurkan sapi kurban dari perusahaan ke masyarakat pesisir, Minggu (18/7/2021). Pembagian dilakukan di beberapa kecamatan, seperti di Muara Jawa dan Samboja.

Salah satu yang mendapat bantuan sapi kurban dari perusahaan yang disalurkan Pemkab Kukar yakni Pondok Pesantren Daarul Qur'an Wattarbiyyah di Kelurahan Muara Jawa, Minggu (18/7/2021).

"Ada kurang lebih sekitar 80 ekor sapi yang kami distribusikan selama 3 hari. Hewan kurban berasal dari beberapa perusahaan wilayah pesisir untuk diberikan kepada masyarakat di wilayah kerjanya masing-masing," kata Rendi Solihin kepada awak Kaltimtoday.co saat hadir langsung dalam proses penyaluran hewan kurban.

Pemkab Kukar, kata Rendi, memfasilitasi pendistribusian hewan kurban ke berbagai tempat. Hal ini dilakukan agar tidak terjadi penumpukan hewan kurban dan tersebar merata di berbagai desa.

Kenapa harus diatur? Kata Rendi Solihin, supaya seluruh masyarakat bisa merasakan manfaat dan mendapatkan daging kurban.

"Ini menjadi salah satu langkah kami untuk memperbaiki mekanisme pendistribusian sapi yang diberikan perusahaan maupun pribadi. Kami kumpulkan menjadi satu, lalu disebar secara merata di wilayah kerja atau domisili perusahaan tersebut," katanya.

Camat Samboja Ahmad Nurkhalish mengatakan, pendistribusian hewan kurban diarahkan di beberapa tempat, salah satunya masyarakat yang tingkat ekonominya rendah. Selain itu, masyarakat terdampak Covid-19, dan sedang menjalani isolasi mandiri juga akan mendapatkan bagian.

"Kami harapkan bisa menguatkan mereka untuk bisa taat protokol kesehatan dan membantu kesenjangan ekonomi karena sudah beberapa hari tidak bisa mencari nafkah secara normal," kata Ahmad Nurkhalish.

Terkait pelaksanaan salat Iduladha, pihaknya telah menyampaikan surat edaran bupati Kukar secara berjenjang. Mulai tingkat kelurahan, kepala desa dan RT. Diharapan sudah tersampaikan dengan baik dengan tokoh masyarakat dan pengurus masjid.

Ahmad berharap, masyarakat harus menyadari persoalan ini memang menjadi tanggung jawab bersama untuk menjaga kesehatan dan menekan penyebaran Covid-19.

"Tidak ada indikasi melarang atau mengurangi hak-hak dalam menjalankan ibadah. Tetapi munculnya kesadaran masyarakat harus menjaga diri dan keluarga dari Covid-19 yang semakin meningkat," pungkasnya.

[SUP | TOS | ADV DISKOMINFO KUKAR]



Berita Lainnya