Samarinda

Tahun Depan Pemkot Samarinda Buat Kebijakan Khusus Peningkatan Sapras Pendidikan

Kaltimtoday.co, Samarinda – Penerimaan peserta didik baru (PPDB) memang sudah terlaksana. Meski demikian, masih ada ketimpangan sarana dan prasarana (sarpras) pendidikan di beberapa sekolah. Misalnya, sapras mengenai komputer dan jaringan penunjang PPDB online (6/9/2019).

Wali Kota Samarinda Syaharie Jaang memastikan, akan membuat kebijakan. Tidak hanya itu, pihaknya juga akan menyiapkan segala sesuatunya. Sehingga, pada 2020 mendatang ada kegiatan rehabilitasi total di sekolah-sekolah.

“Sapras penunjang harus dilengkapi. Pendidikan penting,” ujarnya.

Pihak sekolah juga diminta agar tidak mengabaikan anak-anak yang tidak bersekolah. Terutama yang berada dekat dengan lingkungan sekolah. Kalau perlu, lanjut dia, sekolah yang memiliki ruangan luas bisa menambah rombongan belajar (rombel).

Baca juga:  Disdik Mulai Koordinasikan Data Siswa Kelas Tiga, Pihak Sekolah Diminta Teliti

“Jadi, tahun depan rombelnya bisa ditambah,” imbuh dia.

Politikus Demokrat ini menilai, sistem PPDB tahun ini sangat membantu agar tidak ada lagi ketimpangan jumlah murid. Selain itu, sistem tersebut juga menyadarkan pihaknya, agar terus meningkatkan sarpras pendidikan. Mengingat, masih ada sekolah yang belum mendapatkan rehabilitasi dari pemerintah.

“Kami upayakan maksimal tahun depan,” sebutnya.

Terpisah, Kabid Pembangunan SMP Dinas Pendidikan (Disdik) Samarinda Barlin Kesuma mengatakan, ke depannya jaringan IT perlu dikembangkan, guna membantu orang tua maupun peserta didik mendaftar secara online. Pasalnya, selama ini masih ada orang tua siswa yang mendaftar secara manual.

Baca juga:  Dukung 11 TK Berlisensi Negeri, Disdik Usulkan Anggaran Melalui DAK dan Bankeu

Padahal, tujuan PPDB online untuk mengurangi antrean orang tua siswa di sekolah. Sehingga, menjadi catatan bagi Disdik untuk segera berbenah dan mencukupi kebutuhan sapras.

“Termasuk fasilitas PPDB. Ini tantangan. Apalagi tahun ini saja ada perbedaan juknis (petunjuk teknis) dengan tahun lalu. Masih ada satu sekolah yang siswanya menumpuk,” ungkap dia.

Dia berharap, penerimaan siswa baru ke depan bisa tersebar merata.

“Yang penting sesuai dengan standar pengajaran. Satu kelas 32 siswa,” tutupnya.

[YSS | RWT | ADV]

Facebook Comments
Tags

Related Articles

Back to top button
Close