Kaltim

Tingkatkan Ekonomi Daerah, Komisi II DPRD Kaltim Dorong Penyelesaian Jembatan Pulau Balang

Kaltim Today
08 Desember 2020 22:47
Tingkatkan Ekonomi Daerah, Komisi II DPRD Kaltim Dorong Penyelesaian Jembatan Pulau Balang

Kaltimtoday.co, Samarinda - Pembangunan jadi aspek penting untuk sebuah wilayah. Selain memudahkan pergerakan masyarakatnya, tak dapat dimungkiri pula bahwa pembangunan bisa membantu pertumbuhan di sektor ekonomi. Sebut saja salah satunya Jembatan Pulau Balang yang tempo hari sempat ramai diperbincangkan warga Kaltim. Diketahui bahwa jembatan tersebut menghubungkan antara Balikpapan dan Penajam Paser Utara (PPU). Mengingat Kaltim diproyeksikan menjadi Ibu Kota Negara (IKN), maka manfaat dari eksistensi jembatan tersebut bakal terlihat cerah dan signifikan.

Jembatan Pulau Balang memiliki lebar 22,4 meter dengan mencakup 4 lajur. Sekaligus dilengkapi dengan trotoar di bagian kanan dan kiri. Agar akses mengarah ke jembatan lebih maksimal, maka dibangun jalan dengan panjang 1.969 meter. Jembatan Pulau Balang akan memudahkan masyarakat sekitar. Pasalnya, sebelum jembatan tersebut ada para warga yang ingin ke Balikpapan atau sebaliknya harus menyebrang dengan kapal feri.

Kehadiran jembatan tersebut mendapat tanggapan dari Ketua Komisi II DPRD Kaltim, Veridiana Huraq Wang. Dia menyebutkan bahwa seandainya Jembatan Pulau Balang sudah rampung, tentu ada multiplier effect-nya atau dampak ekonomi yang akan besar sekali bagi masyarakat Kaltim. Sebab, selama ini jika dengan penyebrangan-penyebrangan yang ada sangat memberatkan sekali untuk biaya operasionalnya.

Terlebih lagi untuk distribusi bahan pokok maupun bahan lain dari PPU menuju Balikpapan dan sekitarnya bakal lebih mudah. Veridiana pun berharap dengan adanya jembatan itu maka mampu menekan harga hingga beban biaya suatu barang.

"Kalau Jembatan Pulau Balang itu sudah jadi kan tentu akan memperlancar arus transportasi dan juga tidak ketergantungan lagi terhadap penyebrangan-penyebrangan itu," beber Veridiana.

Tak dapat dimungkiri bahwa beban biaya transportasi yang membuat harga komoditas tinggi. Sebagai contoh, barang yang datang dari Banjarmasin, Paser atau PPU ke daerah utara Kaltim akan lebih tinggi saat barangnya sampai.

"Salah satunya penyebrangan menggunakan kapal feri yang sangat berat sekali biaya operasionalnya," lanjutnya.

Tak hanya Komisi II DPRD Kaltim, masyarakat Kaltim pun pasti turut menunggu rampungnya Jembatan Pulau Balang karena diprediksi mampu tingkatkan perekonomian Bumi Etam.

[YMD | TOS | ADV DPRD KALTIM]



Berita Lainnya