Kaltimtoday.co - Bawaslu Samarinda akhirnya menghentikan kasus dugaan politik uang (money politic) caleg Partai Nasdem. Dalam kasus ini, Bawaslu Samarinda sejatinya melakukan operasi tangkap tangan (OTT) oleh koordinator saksi sejumlah caleg dari partai besutan Surya Paloh tersebut. 

Ketua Bawaslu Samarinda Abdul Muin mengatakan, kasus dihentikan Gakkumdu, yakni kepolisian dan kejaksaan. Dasarnya, beda penafsiran dalam Pasal 523 Ayat 3 Undang-undang 7/2017 tentang Pemilu.

"Menurut kami (Bawaslu), pasal dan bukti yang kami pegang sudah sangat cukup dan meyakinkan untuk dinaikkan ke tahap penyidikan," jawab Abdul Muin. 

Pasal yang dimaksud Muin berisi, bahwa setiap orang yang dengan sengaja pada hari pemungutan suara menjanjikan atau memberikan uang atau materi lainnya kepada pemilih untuk tidak menggunakan hak pilihnya atau memilih peserta pemilu tertentu dipidana dengan pidana penjara paling lama 3  tahun dan denda paling banyak Rp 36 juta.

BACA JUGA:

OTT Money Politic Caleg Nasdem, Bawaslu Samarinda: Naik Tahap Penyidikan

Bawaslu Samarinda Tangkap 2 Koordinator Saksi dari Partai Nasdem Terkait Politik Uang

Jika ditelaah lebih dalam, sebut Abdul Muin, penggunaan kata menjanjikan di dalam pasal tersebut tidak bisa dipahami secara parsial. Tetapi, kata itu dirangkai sepenuhnya dengan kata dari kata berikutnya. 

"Kalimat 'tidak menggunakan hak pilihnya' itu tidak terpenuhi (menurut Gakkumdu). Karena, OTT terjadi sebelum pencoblosan," terangnya. 

Apabila dikaitkan dengan kronologi yang diakui oleh pelaku dan para saksi terkait, tambahnya, semua menguatkan bukti bahwa betul terjadinya politik uang. 

"Dari awal, pelaku datang ke TPS dan meminta form C-6 ke ketua KPPS untuk didistribusikan ke warga. Tapi tidak sempat karena terlanjur OTT dari warga dan langsung lapor ke Bawaslu," ucapnya.

Hal ini dia sampaikan agar masyarakat tahu alasan dari terhentinya kasus money politic tersebut.

DISYA/KALTIMTODAY.CO

Aliansi Mahasiswa Peduli Demokrasi (AMPD) Samarinda melakukan unjuk rasa di kantor Bawaslu Samarinda untuk menangani kecurangan selama Pemilu secara tegas, jujur, dan adil, (22/4/2019).

Barang Bukti Dikembalikan

Seiring dihentikannya kasus tersebut, Bawaslu Samarinda mengembalikan bukti kepada pelaku yang tertangkap di tempat kejadian. Pelaku yang berinisial (ADS) berkunjung ke kantor Bawaslu Samarinda yang berlokasi di Jalan Gunung Arjuna, Senin (13/5/2019) pukul 14.15 WITA. 

Bukti-bukti yang dikembalikan antara lain, uang tunai sebesar Rp 40,4 juta, formulir C-6 sebanyak 41 lembar,  kartu nama caleg inisial M sebanyak 15 lembar, kartu nama caleg inisial HH sebanyak 16 lembar, dan kartu nama caleg inisial SZ sebanyak 1 lembar. 

Selain itu, ada surat dukungan untuk M dan SZ  sebanyak 76 lembar, daftar nama saksi sebanyak 3 bundel, daftar alamat TPS di Kecamatan Sungai Pinang sebanyak 11 lembar, 1 buah handphone, dan 1 unit motor. 

[DSY | TOS]