(Catatan pengalaman singkat Magdalena Maristia, MahasiswaTeknik Kimia Unmul di Amerika)

Memiliki kesempatan untuk belajar dan menikmati negeri orang secara gratis merupakan impian banyak mahasiswa. Itulah pengalaman Magdalena Maristia, salahsatu mahasiswa Teknik Kimia, Universitas Mulawarman. Magdalena Maristia yangakrab disapa Tia baru saja menyelesaikan masa studi singkat selama lima minggudi University of Montana, USA.

Tia mendapat kesempatan ini melalui program yang diadakan US Embassy yaitu Young Southeast Asian Leaders Initiative (YSEALI) Academic Fellowship Fall 2018. Tia yang juga merupakan koordinator untuk wilayah Samarinda dari gerakansosial Jelantah4Change mengambil tema Global Environmental Issues and NaturalResources Management, dimana selama ini Tia berfokus pada waste management.

Bersama dua 21 peserta lainnya yang berasal dari Myanmar, Laos, Vietnam,Thailand, Malaysia, Filipina dan Cambodia mempelajari isu-isu lingkunganseperti waste management, conservation, water resources management, ecologicalrestoration, timber management, dan lain sebagainya. Montana merupakan statesyang berbatasan dengan Canada, dimana states ini dikelilingi oleh banyak gunung.Itulah kenapa disebut Montana.

Ibukota dari Montana itu sendiri Helena namun University of Montanaterletak di Kota Missoula. Bagi Tia, lingkungan kampus di University of Montanasangat mendukung untuk belajar karena tersedianya wifi di seluruh arena kampus,perpustakaan 24 jam, lingkungan yang bersih, kantin yang menyerupai restorandan adanya food security yang menjamin kebersihan makanan dari kantin tersebut.

Selain itu, Tia sangat senang dengan para dosen ataupun pemateri yangselalu mendukung para peserta. Hal yang paling menarik bagi Tia adalah ketikamelakukan sesi diskusi dalam kelas, setiap orang yang bertanya akan diapresiasiketika mereka bertanya. Hal ini yang membuat Tia kagum terhadap dosen ataupunpemateri lainnya, karena Tia sangat jarang menemukannya di Indonesia.

Selama berada 4 minggu di Montana, Tia dan teman-teman memiliki aktivitasyang sangat menyenangkan, bukan hanya belajar di kelas namun Tia juga belajarlangsung di lapangan, hiking, mengunjungi komunitas hingga melakukan diskusidengan instansi pemerintahan setempat.

Setelah menghabiskan 4 minggu di Montana, Tia melanjutkan perjalanan menujuNew Orleans di bagian selatan dari Amerika Utara. New Orleans menjadi begituspesial karena selama berada di states ini, Tia dapat menyaksikan live music dipinggir jalan, di halaman gereja, di kafe bahkan di lobby hotel. Salah satuyang paling menarik ialah ketika makan malam di salah satu restoran, restorantersebut menyediakan full live music dimana para tamu yang umumnya adalah paralansia yang menari bersama pasangannya.

Momen ini menjadi begitu mengasyikkan bagi Tia dan teman-teman, karenamereka dapat belajar langsung mengenai budaya Amerika. Sebelum balik ke tanahair, Tia meneruskan perjalanan menuju Washington DC yang merupakan IbukotaAmerika, dimana selama berada di DC, Tia mendapat kesempatan untuk mengunjungiberbagai tempat bersejarah Amerika, dan juga melihat secara langsung WhiteHouse. Selama di DC, Tia juga mendapat kesempatan untuk berdiskusi denganpemerintah pusat khususnya di US Department of Interior, dimana merekadiperkenalkan dari fungsi department ini, dan bagaimana mereka membuat dan mengambilkebijakan.

Hal yang paling mendasar yang Tia pelajarin selama di US yaitu, ketika kitaingin memajukan dan membuat perubahan bagi lingkungan kita, dimulai dari rasacinta terhadap kota (tempat tinggal) yang dibarengi visi yang jelas, kerjakeras, fokus, kolaborasi dan duduk bersama dari semua pihak untuk meyelesaikanpersoalan yang ada, karena urgensi dari persoalan lingkungan kita hari inibukan tanggung jawab satu pihak, tapi tanggung jawab semua orang. [PAS]


Artikel Terkait