Paus Fransiskus menyerukan “perdamaian bagi Yerusalem” dan “saling mempercayai” di semenanjung Korea sementara ia memusatkan perhatian pada penderitaan anak-anak dalam konflik di seluruh dunia, dalam khotbah tradisional Hari Natalnya “Urbi et Orbi” atau “Kepada Kota dan Kepada Dunia” dari balkon tengah Basilika Santa Petrus.

Fransiskus berbicara mengenai “ketegangan yang meningkat antara Israel dan Palestina,” mengutarakan harapannya agar “kemauan melanjutkan dialog mungkin akan menang antara semua pihak dan agar solusi yang dirundingkan dapat akhirnya tercapai, solusi yang akan memungkinkan hidup berdampingan secara damai antara dua negara.”

“Mari kita berdoa agar konfrontasi dapat diatasi di semenanjung Korea dan agar saling mempercayai meningkat demi kepentingan seluruh dunia,” kata Sri Paus.

Dalam Misa Malam Natal hari Minggu, yang dihadiri oleh kira-kira 10 ribu orang di dalam dan di luar Basilika Santo Petrus, Fransiskus dengan kuat membela migran, yang menyamakan mereka dengan Maria dan Jusuf yang tidak mendapat tempat untuk menginap di Bethlehem, dengan mengatakan bahwa iman menuntut agar orang asing dirangkul dan menyerukan “kreatifitas sosial yang baru.”

Paus mendesak lebih dari 1,2 milyar umat Katolik di dunia agar jangan mengabaikan penderitaan migran yang “terhalau dari tanah mereka” “karena kesediaan para pemimpin menumpahkan darah orang yang tidak bersalah.” [gp]


Artikel Terkait