Kaltimtoday.co, Turki - Militer Turki pada Sabtu (20/1) melakukan tindakan balasan terhadap tembakan kelompok teror PYD/PKK dari Afrin, Suriah. Serangan balasan Turki berhasil menghancurkan tempat persembunyian kelompok teroris tersebut.

Dalam pernyataan tertulisnya, Staf Jenderal Militer Turki mengatakan tindakan tersebut adalah bentuk pembelaan diri yang sah dari serangan teroris PKK/PYD. Unit militer Turki sudah berada di Afrin, sebuah distrik di perbatasan Turki-Suriah, yang dikuasai oleh organisasi teroris PYD/PKK.

Serangan jet tempur Turki pada Sabtu itu menghancurkan sejumlah pos pengamatan dan sasaran lainnya milik organisasi teroris PYD/PKK di Afrin, Suriah sebagai bagian dari “Operasi Ranting Zaitun”.

"108 target, yang digunakan sebagai tempat penampungan, tempat persembunyian dan gudang amunisi oleh organisasi teroris PKK/KCK/PYD-YPG dan Daesh di tujuh wilayah, telah dihancurkan oleh angkatan udara," kata Staf Umum Turki dalam sebuah pernyataan pada Sabtu malam.

Militer Turki menyatakan, operasi tersebut berjalan sesuai dengan rencana dan bertujuan untuk membentuk keamanan dan stabilitas di sepanjang perbatasan Turki dan wilayah tersebut serta memberantas teroris dan melindungi warga Suriah dari penindasan dan kekejaman teroris.

"72 pesawat yang mengikuti operasi telah kembali ke markas mereka untuk bersiap-siap menghadapi misi berikutnya," tulis pernyataan tersebut.

Sebelumnya, serangan udara dilaporkan terjadi setelah jet-jet Turki terdengar terbang di distrik Reyhanli dan Kirikhan di selatan provinsi Hatay, Turki dekat perbatasan Suriah.

Setelah Angkatan Bersenjata Turki menembakkan artileri ke zona teror, anggota Tentara Pembebasan Suriah (FSA) juga telah memasuki Afrin melalui zona perbatasan Kilis-Hatay dengan kendaraan lapis baja.

Militer Turki mengumumkan bahwa mereka meluncurkan "Operasi Ranting Zaitun" pada Sabtu pukul 17.00 waktu Turki (1400 GMT).

Operasi tersebut dilakukan dalam kerangka hak Turki berdasarkan hukum internasional, keputusan Dewan Keamanan PBB dan hak pembelaan diri berdasarkan kesepakatan PBB, kata Staf Umum Turki dalam sebuah pernyataan. Jet tempur Turki juga menyerang pangkalan udara militer Minnigh yang diduduki oleh kelompok teroris PYD/PKK di wilayah Afrin.

Kepedulian Besar

Berbicara soal operasi tersebut di provinsi Usak, Turki, Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengatakan, negaranya "melakukan apa yang perlu dilakukan". Sementara itu, Deputi Perdana Menteri Turki Bekir Bozdag melalui akun Twitter-nya, menegaskan bahwa operasi tersebut hanya menargetkan "kelompok teroris dan teroris serta barak, tempat penampungan, posisi, senjata, kendaraan, dan peralatan mereka”.

"Warga sipil tidak pernah menjadi target. Segala jenis perencanaan dan pencegahan telah dilakukan untuk menghindari kerugian terhadap warga sipil," cuit dia.

Menjelang "Operasi Cabang Zaitun", Kepala Staf Umum Turki Jenderal Hulusi Akar telah berbicara dengan rekan sejawatnya dari Amerika Serikat Joseph Dunford dan Jenderal Rusia Valery Gerasimov secara terpisah melalui telepon.

Kementerian Luar Negeri Turki juga telah memanggil dan menginformasikan Kepala misi AS, Rusia dan Iran di Ankara mengenai perkembangan terbaru Afrin.

PYD/PKK adalah perpanjangan tangan organisasi teroris PKK yang beroperasi di Suriah. PKK terdaftar sebagai organisasi teroris oleh Turki, AS, dan Uni Eropa.

PKK telah melakukan teror di Turki selama lebih dari 30 tahun, yang menewaskan hampir 40,000 orang. Lebih dari 1,200 aparat keamanan Turki tewas oleh serangan PKK sejak 2015 saja, menyusul gagalnya gencatan senjata antara Turki dan PKK.

[ANADOLU | MAO ISKANDAR]