Kaltimtoday.co, Jakarta – Sejak Agustus 2017 sampai dengan 20 Februari 2018 tercatat telah terjadi 10 Kecelakaan Pembangunan Proyek Infrastruktur yang dicanangkan Presiden Jokowi.

Beberapa hari lalu, presiden Jokowi meninjau langsung pengerjaan Tol Becakayu bersama dengan Menteri PUPR Basuki Hadimulyono. Pada tanggal 20 Februari (kemarin) Grider tol tersebut ambruk dan menambah daftar panjang kecelakaan pembangunan proyek Infrastruktur era beliau.

Berikut daftar 10 kecelakaan pembangunan proyek infrastruktur sejak Agustus 2017 sampai dengan Februari 2018:

1). 4 Agustus 2017

tiang penyangga LRT Palembang Ambruk, menyebabkan 2 orang pekerja tewas (kontraktor PT. Waskita Karya)

2). 22 September 2017

jembatan proyek pembangunan Jalan Tol Bogor-Ciawi-Sukabumi (BOCIMI) Ambruk, satu pekerja tewa, dua lainnya terluka (Kontrktor PT. Waskita Karya)

3). 29 Oktober 2017

Girder proyek pembangunan Jalan Tol Pasuruan-Probolinggo (PASPRO) Ambruk, 1 Pekerja tewas (kontraktor Waskita Karya)

4). 15 November 2017

Beton Proyek LRT Jakarta Ambruk, 1 mobil rusak (Kontraktor PT. Adhi Karya)

5). 16 November 2017

Crane Proyek Pembanguan Jalan Tol Jakarta CIkampek II (Elevated) Ambruk, tidak ada korban jiwa (Kontraktor Pt. Waskita Karya)

6). 9 Desember 2017

Girder proyek pembangunan Jembatan Ciputrapingan Ambruk, tidak ada korban jiwa (Kontraktor: PT Bangun Pilar Patroman)

7). 30 Desember 2017

Girder Proyek pembangunan Jalan Tol Pemalang-Batang Jatuh, tidak ada korban jiwa (Waskita Karya)

8). 2 Januari 2018

Girder proyek pembangunan kontruksi simpang susun antasari jalan tol Depok-Antasari jatuh, tidak ada korban jiwa (kontraktor PT. Girder Indonesia)

9). 6 Februari 2018

Underpass kereta bandara Soekarnohatta Longsor, 1 Warga tewas dan 1 warga lainnya terluka (Kontraktor PT. Waskita Karya)

10). 20 Februari 2018

Girder Tol Becakayu Ambruk, empat orang pekerja terluka (PT. Waskita Karya)

Berdasarkan pada data tersebut di atas, dari 10 kecelakaan proyek, 7 diantaranya dikerjakan oleh PT. Waskita Karya yang direktur Utamanya adalah Mantan Kapolri Jendral Polisi Badrodin Haiti.

Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) menilai pengerjaan proyek infrastruktur di Indonesia dikerjakan seperti sopir angkot yang terburu-buru dan asal rampung.

“Ya, seperti sopir angkot mengejar setoran. Yang penting pekerjaan selesai, tanpa mengutamakan keselamatan, keamanan, dan kenyamanan penumpangnya,” kata Ketua Pengurus Harian YLKI, Tulus Abadi, Selasa (20/2/2018), seperti dilansir dari Antara

“Kecelakaan konstruksi terjadi sebagai terbukti karena kegagalan konstruksi (construction failure). Ini membuktikan proyek konstruksi tersebut tidak direncanakan dengan matang dan atau pengawasan yang ketat dan konsisten,” ungkap tulus menambahkan.

Menanggapi maraknya kecelakaan kerja ini, Kementerian PUPR mengeluarkan moratorium atau penghentian sementara semua proyek elevated seperti jalan layang yang sedang dikerjakan. 

Moratorium dilakukan dalam rangka evaluasi dengan meminta kontraktor pelaksana mengajukan kembali metode kerjanya dan pengawasan prosedur.

[Mao Iskandar | Sultratimes]


Artikel Terkait