Kaltimtoday.co – Koordinator Nasional Lembaga Pemantau Pemilu KAMMI (LPP KAMMI) Fadly Idris mendukung pihak kepolisian untuk mendalami dan mengusut kasus informasi bohong adanya 7 kontainer surat suara yang sudah dicoblos. 

Setelah dilakukan pengecekan oleh KPU, informasi ini dipastikan hoax.

” Saya rasa polisi akan mudah untuk mengecek informasi di medsos siap saja yang menjadi dalang penyebaran informasi melalui Cyber Crime Polri,“ kata Fadly, di Kantor LPP KAMMI, Cikoko, Jaksel, Jumat (4/1/2019).

Menurut Fadly, dengan mengusut kasus Hoaks ini, Polisi dapat memberikan efek besar kepada KPU yang merupakan Penyelenggara Pemilu agar masyarakat tidak kehilangan kepercayaannya terhadap lembaga KPU tetap jujur dan kredibel.

“Polisi harus bertindak cepat agar semua pihak bisa tenang dalam menanti 17 April nanti. efek jera harus diberikan ke pelaku agar jadi pelajaran bagi semua yang mencoba ingin merusak pesta rakyat,” kata dia. 

Sebelumnya, Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Viryan Azis mengatakan, KPU berharap pihak kepolisian mendalami akun-akun di media sosial yang menyebarkan informasi adanya 7 kontainer surat suara yang sudah dicoblos. 

Setelah dilakukan pengecekan, informasi ini dipastikan hoaks. KPU akan melaporkan kasus ini ke Cyber Crime Polri. 

Sejak beredar informasi mengenai 7 kontainer surat suara pemilu yang sudah dicoblos, Rabu (2/11/2018) sore, KPU meyakini bahwa kabar tersebut adalah hoaks. 

Namun, untuk memastikannya, KPU melakukan pengecekan langsung ke Bea dan Cukai Tanjung Priok, Jakarta Utara, hingga akhirnya dipastikan tidak benar. 

Selanjutnya, KPU menyerahkan proses penyelidikan sepenuhnya ke pihak kepolisian. 

Hoaks mengenai 7 kontainer surat suara pemilu yang sudah tercoblos tersebar melalui YouTube, Facebook, dan WhatsApp.

Hoaks itu berupa rekaman suara seorang lelaki sebagai berikut: 

"Ini sekarang ada 7 kontainer di Tanjung Priok sekarang lagi geger, mari sudah turun. Di buka satu. Isinya kartu suara yang dicoblos nomor 1, dicoblos Jokowi. Itu kemungkinan dari cina itu. Total katanya kalau 1 kontainer 10 juta, kalau ada 7 kontainer 70 juta suara dan dicoblos nomor 1. Tolong sampaikan ke akses, ke pak Darma kek atau ke pusat ini tak kirimkan nomor telepon orangku yang di sana untuk membimbing ke kontainer itu. Ya. Atau syukur ada akses ke Pak Djoko Santoso. Pasti marah kalau beliau ya langsung cek ke sana ya." 

Sejumlah netizen juga turut mengunggah informasi ini dan mempertanyakan kebenarannya. 

Salah satunya Wasekjen Partai Demokrat Andi Arief, yang mengunggah melalui akun Twitter-nya, @AndiArief_. 

"Mohon dicek kabarnya ada 7 kontainer surat suara yg sudah dicoblos di Tanjung Priok. Supaya tidak fitnah harap dicek kebenarannya karena ini kabar sudah beredar," demikian twit Andi Arief. 

Namun, unggahan tersebut tak lagi ditemukan. Saat dikonfirmasi, Kamis pagi, Andi membantah telah menyebarkan hoaks. Ia menyebutkan, yang diunggahnya adalah imbauan agar informasi yang beredar itu dicek kebenarannya.

[WAL | CTR | TOS]