PERJALANAN mudik yang lama dengan jarak yang jauh, tidak heran membuatkan kita lelah. Saat melakukan perjalanan tersebut, terkadang kita tidak menyadari jika sedang tertidur atau akan memasuki kondisi tidur. Kondisi ini juga dapat terjadi dengan mata terbuka dengan pandangan kosong. Nah, pernah mengalami tertidur sejenak saat berkandara? Waspadalah, hal tersebut dinamakan microsleep yang dapat menyebabkan kecelakaan. Oleh karena itu, yuk kenali gejala dan cara mengatasinya!


GEJALA MICROSLEEP

Suatu studi menemukan bahwa gejala microsleep diakibatkan berkurangnya aktivitas otak bagian thalamus yang berperan dalam meneruskan respon ke bagian anggota gerak. Thalamus juga berperan dalam mengatur mekanisme tertidur sehingga adanya penurunan aktivitas dapat dengan mudah membuat seseorang tertidur. Di sisi lain, bagian otak yang memproses stimulus dari saraf tetap bekerja dan mengalami peningkatan aktivitas sehingga menyebabkan lobus parietal otak menjadi bagian utama untuk mengembalikan kesadaran.

Microsleep ini pun kerap terjadi di saat sedang melakukan pekerjaan yang monoton seperti berkendara dalam jangak waktu yang cukup lama. Berikut gejala microsleep yang dapat Anda kenali:

1. Kepala dan kelopak mata terasa berat

Gejala pertama microsleep adalah saat kepala dan kelopak mata terasa berat. Hal ini disebabakan oleh rasa lelah yang berujuk kantuk.

2. Menguap dengan durasi waktu yang panjang

Menguap karena mengantuk juga merupakan indikasi otak kekurangan oksigen. Kurangnya oksigen di otak bisa menurunkan kewaspadaan dan konsentrasi saat sedang berkendara.

3. Kepala beberapa kali mengangguk tanpa sengaja

Microsleep juga ditandai dengan gerakan kepala seperti mengangguk dan mengedipkan mata yang terlalu sering serta tidak dapat mengingat hal yang terjadi satu pada beberapa menit sebelumnya. 

4. Melakukan kesalahan-kesalahan kecil saat berkendara

Saat Anda merasa sering melakukan kesalahan-kesalahan kecil saat berkendara  seperti menabrak lubang yang harusnya dapat dihindari tanpa sadar, maka sebenarnya itu adalah salah satu gejala microsleep.

5. Sulit menjaga motor/mobil yang dikendarai berada pada jalur yang benar

Selain menabrak lubang yang harusnya dapat dihindari, sulit menjaga kendaraan berada pada jalur yang benar  menandakan Anda sudah kelelahan dan mengalami gejala microsleep.

 

MENGAPA MENGALAMI MICROSLEEP?

1. Kurang Tidur

Kondisi lelah, kurang tidur, aktivitas monoton dan sebagainya bisa memicu fase yang disebut “microsleep”. Gejalanya ditandai dengan hilang fokus tiba-tiba dan tidur kilat selama lima detik hingga dua menit. Para pengendara patut mewaspadai fase microsleep.

2. Ada Kelelahan Yang Terakumulasi

Kelelahan yang disebabkan oleh sejumlah faktor yang berlangsung secara terus menerus dan terakumulasi akan menyebabkan apa yang disebut dengan “kelelahan kronis”. Saat kondisi tubuh dalam keadaan demikian, jangan memaksakan diri untuk berkendara karena memiliki resiko yang tinggi untuk keselamatan.

 

MENGATASI MICROSLEEP SAAT BERKENDARA

1. Istirahatlah di setiap 1-2 jam perjalanan

Saat merasa lelah atau mengantuk segera berhenti dan gunakan waktu untuk tertidur sejenak, saat dalam perjalanan mudik beristirahatlah setiap 1-2 jam sekali untuk mengembalikan stamina tubuh

 2. Ajak keluarga/teman untuk mengobrol

Melakukan aktivitas yang membuat Anda tetap terjaga seperti mengobrol saat berkendara memungkinkan Anda untuk terhindar dari rasa kantuk karena bosan. Namun, sembari mengobrol harus tetap berhati-hati ya.

3. Minta bergantian membawa kendaraan, lalu istirahat

Ingat, anda bukan superman atau super hero yang memiliki kekuatan super. Saat merasa lelah mintalah untuk bergantian membawa kendaraan agar Anda tidak mengalami microsleep dan keselamatan berkendara tetap terjaga. 

4.  Minum minuman yang mengandung 150 mg kafein

Salah satu contohnya adalah kopi. Namun, beri jarak waktu sebelum mengemudi, pada umumnya kopi memberikan efek 30 menit setelah dikonsumsi,

[NNA]