Kaltimtoday.co - Polisi akhirnya menetapkan dua pelaku pembakaran bendera tauhid saat peringatan hari Santri Nasional di Garut, Jawa Barat, sebagai tersangka. 

“Kasus pembakaran bendera di Garut ada tiga tersangka. Pembakar bendera yakni F dan M, serta U yang bawa bendera,” kata Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Jawa Barat Komisaris Besar Pol Umar Surya Fana, di Jakarta, Senin (29/10) malam. 

Dengan demikian, sebut dia, dalam kasus pembakaran bendera tauhid ada total tiga tersangka. U telah lebih dulu ditetapkan sebagai tersangka. Menyusul kemudian, F dan M sebagai pelaku pembakaran bendera. 

Ketiganya dijerat dengan Pasal 174 KUHP karena telah membuat kegaduhan dalam sebuah acara. Adapun Pasal 174 KUHP berbunyi, barang siapa dengan sengaja mengganggu rapat umum yang terlarang, dengan mengadakan huru hara, atau membuat gaduh, dikhukum penjara selama-lamanya tiga minggu atau denda sebanyak-banyaknya Rp 900. 

Umar menambahkan, kedua pembakar bendera tauhid ditetapkan tersangka belakangan karena baru ditemukan alat bukti yang cukup dalam proses penyidikan. 

“Penyidikan bersifat dinamis, bukan statis. Penyidik mengambil kesimpulan berdasarkan alat bukti. Kalau saat rilis belum ada alat bukti ya tidak bisa menyimpulkan yang sifatnya final. Nah, perjalanan penyidikan ditemukan alat bukti baru yang tentu mempengaruhi kesimpulan penyidik,” katanya. 

[PAS | Antara]


Artikel Terkait