Kaltimtoday.co - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dikabarkan menangkap tangan Ketua Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Romahurmuziy pada, Jumat (15/3).

Penangkapan Romy diduga terkait suap. Terjadi di Kanwil Kementerian Agama Sidoarjo. 

KPK hingga saat ini belum memberikan keterangan resmi soal penangkapan Romi tersebut. Namun, Ketua KPK Agus Raharjo tidak membantah ada OTT KPK di Jawa TImur. 

“Betul ada giat KPK di Jawa Timur,” Kata Agus seperti dilansir dari CNN Indonesia. 

Agus menyatakan, saat ini pihaknya tengah melakukan pemeriksaan. Status tersangka akan disampaikan dalam 1x24 jam. 

"Tunggu konferensi pers lanjutan di KPK nanti malam atau besok pagi," katanya.

JEJAK ROMI DI PUSARAN KORUPSI

Sebelum terjaring OTT KPK di Jawa Timur, Romi sudah sempat beberapa kali berurusan dengan penyidik KPK. Romi medio Agustus 2018, pernah diperiksa penyidik KPK terkait kasus dugaan suap usulan dana perimbangan keuangan daerah pada RAPBN Perubahan 2018.

Medio 2014,  KPK juga pernah memanggil Romi yang diduga terlibat dalam kasus alih fungsi hutan Riau seluas 1,6 juta hektar. Romi pada waktu itu menjabat sebagai ketua komisi IV DPR RI yang memiliki lingkup tugas di bidang pertanian, pangan, maritim, dan kehutanan.

Romi diduga mengetahui banyak seputar revisi Surat Keputusan (SK) Menteri Kehutanan Nomor 673/Menhut-II/2014. SK tersebut menyebutkan tentang perubahan peruntukan kawasan hutan menjadi bukan kawasan hutan seluas kurang lebih 1.638.249 hektar dalam alih fungsi hutan di Riau.

Seperti diketahui, sebelum Romi, Ketua Umum PPP Suryadharma Ali juga terjerat kasus korupsi dana penyelenggaraan haji 2012-2013 lalu. Atas tindakannya tersebut, Suryadharma Ali dihukum selama 10 tahun penjara. 

[TOS | CNN Indonesia]