Kaltimtoday.co, Samarinda - Tidak ada ampun bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) yang terlibat dalam kasus korupsi dan dinyatakan bersalah oleh Hakim Pengadilan Tipikor. 11 ASN di Pemprov Kaltim telah di pecat dan 1 masih menunggu hasil sidang.

Sesuai kesepakatan yang telah diberikan oleh  Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan RB), dan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) sebanyak 275 ASN belum ditindak hingga akhir Juli.

Di lingkup Pemprov Kaltim sendiri ada 11 yang telah divonis terpidana korupsi.

Plt Sekretaris Provinsi (Sekprov) Kaltim M Sabani mengatakan, keseluruhan ASN yang telah dinyatakan bersalah sudah diberikan surat pemecatan.

"Kesebelas ASN itu sudah dipecat. Itu merupakan kesepakatan bersama antara tiga institusi tersebut. Meskipun hukumannya rendah  mereka yang terlibat korupsi tetap dipecat," ujar Sabani saat ditemui di kantornya, Jalan Gajah Mada, Kantor Gubernur Kaltim, Jumat (5/7/2019)

Sabani sendiri belum mengetahui kasus Tipikor apa saja yang menyeret para ASN tersebut. Dia mengatakan, belum melihat apa saja putusan hakim untuk memastikan Tipikor yang melibatkan ASN Pemprov Kaltim.

Sebelumnya, ada 7 yang telah dipecat terlebih dahulu karena terlibat korupsi. Selanjutnya ada 4 ASN yang telah dilaporkan kepada Mendagri untuk pemecatan karena tersandung kasus korupsi.

Dia meluruskan kembali bahwa ASN yang tersandung kasus korupsi  sebanyak 12 orang. Hanya saja, 1 ASN masih menunggu keputusan majelis hakim pengadilan korupsi.

"Tinggal 1 ASN lagi yang masih menunggu keputusan, kalau bersalah maka akan dipecat, jika tidak ya dia akan aman saja. Maka sampai saat ini baru 11 ASN yang telah dipecat," pungkasnya.

[RZA | TOS]