Kaltimtoday.co - Polemik SMA 16 dan SD 006 di Jalan Piano Samarinda perlahan mulai berakhir. Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kaltim sedang menyusun proposal pengajuan bantuan bangunan untuk SMA 16 Samarinda. Hal itu dilakukan demi mengakhiri konflik yang terjadi sebelumnya dengan SD 006 Samarinda. Meski begitu,  Disdikbud Kaltim pun berharap rencana lokalisir SDN 006 dan SD Negeri 007 Samarinda di Jalan Piano tetap bisa dilakukan sebelum pergantian tahun.

Diungkap Sekretaris Disdikbud Kaltim Djoni Topan, pihaknya akan mengusulkan bantuan pembangunan gedung sekolah di Kementerian PUPR melalui APBN 2019 dan pembangunan pagar sekolah melalui APBD Kaltim 2019. Saat ini pihaknya masih menghitung berapa total kebutuhan untuk membangun ulang sekolah yang saat ini masih ditempati SDN 006 tersebut.

"Usulan anggarannya belum final tapi biasanya kami usulkan tiga lokal dulu. Nanti kan juga dibangun secara bertahap," katanya.

Karena itu Djoni Topan berharap Disdikbud Samarinda dibawah Pemkot Samarinda bisa melakukan negosiasi ulang kepada SDN 006 agar mau pindah ke sekolah yang sudah ditentukan. Dia pun meminta eksekusi bisa berlansung lancar pada Desember mendatang.

" Kita berharap Pemkot Samarinda sudah mengeksekusi di Desember nanti," ungkapnya.

Sebelumnya, konflik perebutan gedung sekolah antara SDN 006 dan SMAN 16 Samarinda bermula ketika SDN 006 diminta oleh Disdikbud Samarinda bergabung di SDN 007 yang masih satu kawasan. Alasannya, Disdikbud Samarinda sedang melakukan penataan sekolah karena imbas dari Undang-Undang Pemerintah Daerah (Pemda) dimana kewenangan SD dan SMP di bawah Pemkot sementara SMA di bawah Provinsi. Karena selama ini SDN 007 dan SMAN 16 masih satu lokasi dan SDN 006 berada di atas lahan milik Pemprov Kaltim, sehingga mau tidak mau dilakukan regruping kawasan.

Sayangnya, ketika akan SMAN 16 Samarinda akan pindah ke gedung yang saat ini ditempati SDN 006, orangtua murid SDN 006 menolak dan melakukan perlawanan. Berkali kali para orangtua murid ini menggelar demo baik di sekolah mereka, Pemkot Samarinda, Pemprov Kaltim hingga ke DPRD Kaltim. Karena belum menemukan satu suara, maka Pemprov Kaltim melalui Penjabat Gubernur Kaltim kala itu, Restuardy Daud, sekolah dikembalikan ke posisi semula yakni SDN 006 tetap di gedung sebelumnya dan SMAN 16 kembali ke SDN 007.

[PAS]


Artikel Terkait