Kaltimtoday.co - Puluhan aktivis Aksi Kamisan Kaltim melakukan aksi bertajuk "Oligarki Politik & Obral Sumber Daya Alam" di depan Kantor Gubernur Kaltim, Kamis (21/3/2019). 

Tajuk Aksi Kamisan kali ini sebagai wujud protes atas pelaksanaan Pemilu 2019 yang tidak lagikali ini menurut para aktivis hanyalah pesta bagi para pebisnis tambang dan sawit untuk meminta jaminan 'keamanan' bagi para kandidat capres maupun caleg. 

Peserta aksi, Hema Malini mengatakan pemerintahan di Indonesia telah dikuasai oleh para pebisnis. Lahan yang seharusnya memberikan manfaat bagi masyarakat, justru dijualbelikan oleh pebisnis dan pemerintah.

Hema menegaskan,rakyat tidak boleh lemah dan menyerah untuk melawan para pebisnis tambang dan sawit.

"Rakyat harus membangun kekuatan politik sendiri,” tegasnya. 

Dalam aksinya, para aktivis menyebutkan 2 kandidat capres dan cawapres yang ada saat ini tidak berpihak kepada rakyat. Pendanaan 2 capres dan cawapres berasal dari investor perusahaan tambang. Bukan hanya itu, 2 kandidat juga mempunyai bisnis pertambangan dan sawit.

"Mereka mempunyai bisnis yang merusak lingkungan dan menghancurkan kehidupan rakyat," kata Romiansyah, koordinator lapangan Aksi Kamisan. 

Aksi Kamisan ini juga diiringi dengan beberapa puisi dan pantun yang salah satunya ciptaan WS Rendra berjudul 'koruptor’. 

[DSY | TOS]