Kaltimtoday.co - Demi kondusifitas pemilu 17 April 2019 kemarin, penyelenggara pemilu harus mendapatkan salah satu anggota KPPS meninggal dunia karena kecapekan. 

Anggota KPPS yang wafat ialah Dani Fatturahman (DF). DF adalah anggota KPPS 03 RT 1 Jalan Biawan, Kelurahan Sidomulyo, Samarinda Ilir. Informasi sementara, jenazah berada di rumah duka Jalan Biawan Gg 10. 

Ketua Bawaslu Samarinda, Abdul Muin, mendapatkan kabar melalui telepon, pihaknya maupun ketua KPUD Samarinda sudah berkoordinasi untuk melayat. 

"Teman - temen berencana untuk melayat almarhum," kata Abdul pada Kaltimtoday.co di kantor Bawaslu Samarinda Rabu (18/4/2019). 

Terkait anggota KPPS yang wafat karena kecapekan, Abdul Muin menerangkan bahwa calon KPPS dan PTPS sudah lulus seleksi tes kesehatan di Puskesmas. 

"Itu menjadi syarat mutlak yang tercantum di undang - undang bagi para calon untuk diseleksi kesehatan," ujarnya.

Ia mengharuskan para PTPS dan KPPS menjaga kesehatan karena perhitungan suara memakan waktu hingga tengah malam. 

"Kami sempat keliling hingga sekitar jam 2 dini hari, masih banyak TPS yang proses perhitungan suara," tuturnya.

Apabila dikaitkan dengan fasilitas yang diberikan oleh KPU maupun Bawaslu, Bawaslu Samarinda memberikan honor untuk para PTPS sebesar 550 ribu rupiah.

"Honor itu sudah bersih. Memang tidak sebanding lurus dengan tugas yang sulit, namun itu sudah menjadi tugas negara yang harus diemban," paparnya.

Ia menanggapi kematian DF menjadi risiko pekerjaan yang harus dilakukan. Kemungkinan, DF tidak menjaga kesehatannya selama pemilu tahun 2019.

[DSY | TOS]