Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Narkotika di Kampung Bayur, Jalan Padat Karya, Kecamatan Samarinda Utara, Samarinda, memberi “Kado Lebaran” pada warga binaannya. Para keluarga saat lebaran nanti, diperbolehkan mengunjungi warga binaan selama 4 hari. Untuk mengatasi pengunjung yang membludak, Lapas menggelar simulasi, Senin (3/6/2019).

SUASANA DALAM LAPAS MENJELANG BERBUKA PUASA/MARLIN

Kaltimtoday.co – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Narkotika di Kampung Bayur, Jalan Padat Karya, Kecamatan Samarinda Utara, Samarinda, memberi “Kado Lebaran” pada warga binaannya. Para keluarga saat lebaran nanti, diperbolehkan mengunjungi warga binaan selama 4 hari. Untuk mengatasi pengunjung yang membludak, Lapas menggelar simulasi, Senin (3/6/2019). 

Simulasi tersebut dirangkaikan dengan buka puasa bersama keluarga dan para warga binaan di dalam Lapas. Mereka diperbolehkan membawa makanan berbuka puasa. Namun sebelumnya, satu persatu makanan dan badan pengunjung diperiksa. 

KEPALA LAPAS NARKOTIKA M KURNIA

Setelah itu mereka diberi gelang tanda pengunjung, lalu diperbolehkan masuk melalui penjagaan yang ketat. Durasi waktu buka puasa bersama ini juga terbilang cukup singkat. Hanya menjelang berbuka puasa hingga sebelum Salat Isya. 

Kepala Lapas Narkotika Bayur Muhammad Kurnia menjelaskan, simulasi tersebut penting digelar sebagai antisipasi membludaknya pengunjung nanti di saat lebaran. Dengan simulasi tersebut, pihaknya mengetahui dimana titik lemah para petugas sehingga bisa menutupi setiap kemungkinan hal hal diluar dugaan. 

“Kami juga bersyukur, hari ini hujan deras. Jadi kita tahu ketika kondisinya hujan, apa antisipasi kita,” katanya. 

PETUGAS MEMASANG TANDA PENGUNJUNG/MARLIN

Setelah melihat simulasi tersebut, Kurni pun akan mengevaluasi apakah nantinya keluarga warga binaan tak perlu lagi membawa makanan dari luar jika digelar buka puasa bersama kembali. Sebab diakuinya pada tahap pemeriksaan makanan dan badan inilah yang memakan waktu yang cukup lama. Dia menghitung, durasi pemeriksaan per orang bisa menghabiskan waktu sekitar 5-10 menit. Sementara waktu dan petugas terbatas. 

“Kita akan pertimbangkan nantinya untuk mengkoordinir makanan berbuka puasa yang dibawa pengunjung. Kalau seperti tadi, waktu kita habis di pemeriksaan karena pengunjung yang cukup banyak,” katanya lagi. [PAS]