MEGA ASRI/KALTIM TODAY

RELA ANTRE: Para orang tua calon siswa SMK rela mengantre saat melakukan pendaftaran siswa baru dengan cara online.

Kaltimtoday.co, Bontang - Pelaksanaan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) SMK, Selasa (2/7) siang  sempat terkendala lantaran aplikasi pendaftaran yang bermasalah. Kendala tersebut dialami oleh seluruh SMK negeri se-Kaltim. Pun demikian, proses pendaftaran siswa baru tetap dilayani oleh operator PPDB di masing-masing sekolah, salah satunya SMKN 1 Bontang.

Mengingat SMK tak masuk sistem zonasi, maka kategori penerimaan siswa baru hanya dibagi 3. Di antaranya calon siswa dari kalangan masyarakat kurang mampu, calon siswa anak guru, serta jalur prestasi, serta calon siswa bagi masyarakat Bontang diluar tiga kategori tersebut.

Kepala SMKN 1 Bontang, Kasman Purba menuturkan Selasa ini, aplikasi PPDB online masih bisa diakses sejak pukul 08.00-10.00 Wita. Namun setelah itu langsung bermasalah dan para operator tak bisa input data hingga berita ini diturunkan.

"Akibatnya kami belum bisa melihat perangkingan. Tapi pelayanan pendaftaran tetap kami lakukan," jelas Kasman, Selasa (2/7).

Dijelaskan Kasman, sesuai peraturan pemerintah, SMK tak memakai sistem zonasi, sehingga warga Bontang yang anaknya hendak masuk SMK bisa mendaftar. Kemungkinan, lanjut dia, karena SMK jurusannya disesuaikan dengan minat siswa, bukan zonasi.

"Kalau SMA masih pakai sistem zonasi," ujarnya.

Dalam prosesnya, PPDB online SMK dilakukan secara serentak untuk ketiga kategori. Nanti dari aplikasinya yang memilah calon siswa tersebut masuk kategori apa.

"Tapi karena aplikasinya sedang bermasalah, jadi perangkingan belum bisa terlihat," kata Kasman.

SMKN 1 Bontang, membutuhkan sebanyak 416 siswa untuk 13 rombongan belajar (rombel), dimana satu rombel terdiri dari 32 siswa untuk 10 jurusan. 3 jurusan di antaranya ada yang memiliki dua rombel. 

Meski sedang bermasalah dalam hal input data, para panitia PPDB online tetap melayani orang tua yang datang ke sekolah untuk mendaftar hingga antrean habis. Padahal, layanan dibuka sejak pukul 08.00-13.00 Wita.

"Tapi tetap kami layani. Karena sedang bermasalah dan kami arahkan agar mendaftar langsung melalui operator di sekolah, biasanya bisa mendaftar sendiri di rumah," bebernya.

Kasman mengimbau, meski aplikasi sedang bermasalah, para calon siswa dan orang tua diminta tetap tenang dan jangan khawatir. Pasalnya, pihaknya akan tetap memfasilitasi semua calon siswa yang mendaftar.

"Bagi yang sudah mendaftar, bisa memantau terus aplikasinya, namun saat ini masih bermasalah jadi diminta tetap tenang," harapnya. 

[RI | TOS]