Kaltimtoday.co, Samarinda - Dua nama calon wakil wali kota Samarinda telah diajukan oleh Syaharie Jaang. Keduanya akan bertarung untuk merebutkan kursi wakil wali kota yang telah kosong selama kepergian Nusyirwan Ismail pada 27 Februari 2018 lalu.

Wali kota Samarinda telah memberikan surat putusan yang telah diberikan ke DPRD Samarinda 10 Juli 2019. Dua nama kandidat itu yakni, Arif Kurniawan dan Barkati.

Barkati sendiri merupakan putra daerah Samarinda kelahiran 9 Januari 1969. Sedangkan Arif Kurniawan kelahiran Jakarta, 10 Oktober 1969.

Barkati saat di wawancara di kantornya Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (saat ini masih berstatus PNS) menerangkan, semua persyaratan akan segera dilengkapi dan sesegera mungkin akan diserahkan.

"Hanya menunggu satu atau dua surat lagi dan mungkin satu dua hari juga bakal selesai," ujarnya saat ditemui, Kamis (11/7/2019).

Dia menambahkan terkait permasalahan status Pegawai Negeri Sipil (PNS)-nya masih dalam proses pengunduran diri di Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Samarinda.

"Masih dalam proses pengunduran diri di BKD. Saya mengajukan per tanggal 1 Juli," terangnya.

Barkati menjelaskan, dirinya sangat optimis mendapatkan suara terbanyak saat pemilihan wawali nanti karena hubungan persaudaraan yang dia bangun.

"Karena hubungan kedekatan kami, saya yakin 90 persen suara ada di tangan saya," katanya yakin pada kaltimtoday.co.

Dia menyatakan, hubungan kedekatan tersebut sangat penting untuk membangun kerja sama antara pemerintah legislatif dan eksekutif.

Selain itu, Barkati menerangkan, dirinya tak akan susah-susah membuat visi dan misi kembali. Pasalnya, dirinya akan berusaha meneruskan visi dan misi serta program pasangan Wali Kota Syaharie Jaang dan almarhum Nusyirwan Ismail.

"Saya hanya melanjutkan kekosongan wawali. Kalau saya bawa visi-misi dan program baru, nanti malah berseberangan dengan Pak Jaang," tegasnya.

Barkati memulai karier pada 2000 menjadi honorer di PMK, kemudian mendaftarkan CPNS dan diterima serta bekerja dengan status PNS di PMK pada 2001.

Pada 2002, Barkati dimutasi ke Disnaker Samarinda. Selama 11 tahun dia bekerja di Disnaker, lali dimutasi kembali menjadi Kasi Persidangan di  Sekretariat DPRD Samarinda. Setelah itu, pada tahun yang sama, dia juga dipindah tugaskan di Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu sebagai kasi pengendalian dan perizinan hingga mengundurkan diri 1 Juli 2019 untuk mencalonkan diri sebagai wakil wali kota Samarinda.

Terpisah, Arif Kurniawan calon wawali dari PKS menegaskan dirinya sudah siap menggantikan almarhum Nusyirwan Ismail duduk di kursi wakil wali kota. Pasalnya, Syaharie Jaang merupakan kader dari Partai Demokrat dan Nusyirwan Ismail kader dari Partai Nasdem. Sehingga kesempatan tersebut seharusnya jatuh untuk PKS.

"Secara partai, kami siap menjadi pendamping Pak Jaang karena konstelasi harus PKS. Akan tetapi, nama politik tidak bisa di artikan 1+1=2. Maka inilah yang terjadi," jelasnya.

Selain itu, Arif juga memaparkan bahwa dirinya telah ditunjuk oleh DPP PKS menggantikan Sarwono yang telah lebih dulu mendapatkan SK menjadi calon wawali.

Dalam SK yang sampai pada Sabtu 6 Juli 2019 itu menyatakan penunjukan diri sebagai calon wawali serta pembatalan penunjukan Sarwono sebagai calon wawali samarinda.

Arif sendiri mengaku tidak mengetahui jika dirinya yang ditunjuk sebagai calon dari PKS maju dalam wawali. Akan tetapi, hal tersebut telah menjadi keputusan dari pusat sehingga Arif harus taat dan patuh.

"Saya merasa berat untuk memegang amanah ini. Hanya saja, itu merupakan keputusan dari pusat dan kami dididik untuk menerima serta menjalankan amanah tersebut," terangnya.

Dia menambahkan telah bertemu secara personal dan secara institusi partai dengan Sarwono untuk penyampaian isi dari SK baru dari DPP PKS tersebut.

"Pak Sarwono merupakan teman baik, jadi sudah bertemu secara personal dan secara institusi partai juga sudah. Pak Sarwono juga memahami keputusan tersebut," jelasnya.

Untuk persyaratan pencalonan sendiri, Arif mengatakan, sekitar 90 persen telah siap untuk disetorkan ke panitia seleksi (pansel) wawali Samarinda.

Arif mengatakan, tidak membuat visi-misi serta program baru dan akan meneruskan perjuangan almarhum Nusyirwan bersama wali kota Samarinda.

"Tentu saya akan berusaha mensukseskan visi dan misi yang telah disusun beliau. Untuk itu, dalam mensukseskannya tentu tidak sendiri, saya butuh masyarakat yang membantu dan stakeholder yang bergerak," ucap yang pernah menjabat anggota DPRD Samarinda selama dua periode itu.

Arif memulai karier di dunia politik sejak berdirinya Partai Keadilan (PK) di Kaltim pada 1999. Dilanjutkan sebagai ketua Garda Keadilan Kaltim, salah satu sayap PKS. Kemudian menjabat sebagai ketua fraksi Komisi III DPRD Samarinda periode 2004-2009. Terpilih kembali menjadi ketua fraksi Komisi II DPRD Samarinda periode 2009-2014. Kemudian 2016 menjadi staf DPR RI komisi 2 hingga sekarang. Pada Januari 2019 diberikan mandat menjadi sekretaris DPW PKS Kaltim dan juga menjabat sebagai wakil ketua Ikatan Keluarga Betawi Samarinda.

[RZA TOS]