Kaltimtoday.co - Panas Pilgub Kaltim belum menunjukan tanda-tadna bakal mereda. Terbaru, Gubernur Kaltim Awang Faroek Ishak agaknya terus berupaya “menganggu” pasangan calon Isran-Hadi. Gangguan itu dilakukan Faroek dalam Focus Group Discussion (FGD) bertema “Menjaga Kondusifitas Kaltim Pasca Pemungutan Suara Pemilihan Kepala Daerah Serentak (Pilkada) tahun 2018” yang digelar di ruang Ruhuy Rahayu, Kantor Gubernur Kaltim, Jalan Gajah Mada, Awang Faroek kembali menyoal klaim kemenangan quick count dan real count paslon Isran – Hadi.


Tema yang sejatinya menjaga kondusifitas, dibuka oleh gubernur dengan tudingan bahwa terjadi kecurangan dan money politic dalam Pilgub Kaltim ini. Di awal sambutannya, Awang Faroek mengaku sangat bersyukur Pilgub Kaltim berjalan lancar, aman dan damai serta kondusif. Gubernur juga mengapresiasi langkah Desk Pilkada Kaltim menggelar FGD yang tujuannya agar semua pihak tidak menanggapi isu-isu yang bisa merusak keharmonisan.


"Apalagi komentar-komentar yang sebenarnya tidak perlu yang bisa merusak kondusifitas masyarakat Kaltim pasca pilkada," ujarnya.  Gubernur Awang mulai menyoroti kemenangan paslon nomor 3 versi quick count yang dinilainya memiliki sejumlah kejanggalan. Khususnya bila dikaitkan dengan survei-survei ilmiah. Gubernur Awang juga menyebut bahwa dirinya menerima beberapa pesan singkat atau SMS yang berisi aduan seputar terjadinya money politics dalam Pilgub Kaltim tahun 2018. "Mari kita buka bersama-sama SMS-SMS  itu, juga data dari intelijen," ujar Awang. 


Sesaat sebelum mengakhiri sambutannya, Gubernur Awang menyebut akan memaparkan dalam layar, sejumlah kabar menyangkut paslon nomor 3 yang didapat dari media sosial. Namun, dia tak bisa memastikan apakah kabar itu benar-benar valid sebagai fakta atau hoax.  "Mudah-mudahan ini hoax. Tapi walaupun ini hoax, kita akan pertanyakan. Kalau saya nggak percaya dengan hoax. Tapi berita-berita yang ada media sosial patut kita pertanyakan," ujarnya seperti dilansir dari kaltim.prokal.co. 


Tensi mulai hangat saat Abdul Rohim yang merupakan Tim Media dan Humas Paslon Isran Noor - Hadi Mulyadi melakukan interupsi sesaat sebelum operator menampilkan data yang dimaksud Awang Faroek. Abdul Rohim memotong dan menyatakan keberatan. Dia menegaskan data yang tidak jelas sumbernya, apalagi masih diragukan hoax atau bukan tidak layak jadi pembahasan. Apalagi jika berita tersebut ternyata berpotensi mengganggu kondusifitas. Ini juga bertentangan dengan semangat FGD, yakni menjaga kondusifitas Kaltim.


"Pak moderator. Saya pikit kalau tidak jelas sumbernya tidak perlu ditanggapi. Apalagi kalau merasa ini mungkin hoax. Jadi saya pikir informasi data yang tidak valid, yang sumbernya tidak resmi, karena kita konteksnya menjaga kondusifitas, itu tidak perlu ditampilkan," tegas Abdur Rohim. Gubernur Awang Faroek pun melunak. Ia menerima dan tidak akan menampilkan data dimaksud.


Namun, Sudarno yang tak lain tim pemenangan pasangan nomor urut 4 Rusmadi - Safaruddin menyela. Dikatakannya, karena ini adalah acara Pemprov Kaltim maka Gubernur berhak menampilkan data yang dirasa perlu ditampilkan. Abdul Rohim kembali menegaskan, data yang tidak valid tidak layak untuk dibahas. Bahkan data valid sekalipun, penyampaiannya bukanlah di dalam forum terbuka seperti FGD ini. 


"Berita yang tidak hoax sekalipun tidak perlu disampaikan di sini. Langsung serahkan kepada penegak hukum. Jika ada berita hoax atau tidak hoax sekalipun, yang disampaikan dalam forum seperti ini dan bisa diliput oleh media bisa merusak kondusifitas," tegasnya lagi. Sebaiknya, kata dia, seluruh pihak termasuk paslon dan tim pemenangan fokus mengawal agar perhitungan suara berjalan aman dan lancar, hingga akhirnya diketahui siapa yang menjadi pemenang versi real count. Bukan malah melakukan hal-hal atau membuat analisa yang bisa merusak kondusifitas.


"Bagaimana agar perhitungan suara ini bisa berjalan kondusif dan aman, dan ini yang kita bicarakan. Paslon 3 nanti apa yang diusulkan agar tetap kondusif. Dari pihak Pemprov Kaltim apa yang diusulkan, paslon 4 apa yang diusulkan. Tanpa lagi harus membuat analisa bagaimana paslon ini menang bagaimana paslon ini kalah. Kan jadi tidak relevan," ujarnya. 


Akhirnya, moderator Sofyan Maskur memutuskan data dan berita-berita dari media sosial tidak perlu ditampilkan. Dan FGD dilanjutkan dengan penyampaian sambutan dan materi dari para undangan lainnya.


Untuk diketahui, hadir dalam FGD yang dimoderatori Sofyan Maskur itu Ketua KPU Kaltim M Taufiq, anggota Bawaslu Kaltim Galeh Akbar Tanjung, Asintel Kasdam VI/Mulawarman Kolonel Rafles Manurung, Dirintelkam Polda Kaltim Kombes Pol Wawan Muliawan, pengamat politik Universitas Mulawarman Luthfi Wahyudi, para tim pemenangan dari 4 pasangan calon yang berkompetisi di Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur (Pilgub) Kaltim tahun 2018, dan para undangan lainnya. 


[Mao Iskandar | Prokal.co]