Kaltimtoday.co - Pemkot Samarinda menetapkan status Tanggap Darurat Bencana Banjir selama tujuh hari, mulai 8-14 Juni 2018. Hal itu seiring banjir yang menggenangi permukiman warga di Perumahan Bengkuring, Sempaja Timur, Samarinda Utara.

Sekkot Samarinda Sugeng Chairuddin menyampaikan, status tersebut ditetapkan setelah dirinya melakukan peninjauan langsung ke lapangan dan melaporkan kondisi ke wali kota. Dalam kunjungan lapangan itu, setidaknya 735 kepala keluarga (KK) atau 2.300 jiwa dari 15 RT terdampak banjir dengan ketinggi banjir berkisar antara 25-75 sentimeter.

“Paling lambat besok bantuan sudah mulai disalurkan. Saat ini tim BPBD dan dinas kesehatan sudah berada di lokasi untuk memberikan bantuan,” ucap Sugeng.

Dalam kesempatan ini, Sugeng membantah banjir yang terjadi di Perumahan Bengkuring disebabkan pintu air di Bendungan Benangan di buka.

“Bendungan Benangan dibuka itu enggak benar. Memang air di sana statusnya siaga. Kuning. Tapi enggak dibuka, jadi tolong diluruskan,” ujarnya.

Dia memastikan, banjir yang terjadi di Perumahan Bengkuring itu disebabkan oleh curah hujan tinggi yang mengguyur ibu kota Kaltim dan sekitarnya dalam sepekan terakhir. Pemerintah berharap pelbagai asumsi-asumsi yang tidak bisa dipertanggungjawabkan tidak turut disebarluaskan. Lebih baik, sebut dia, warga membantu meringankan beban korban banjir di Perumahan Bengkuring.

“Saat ini lembaga kemanusiaan sudah ada yang memberikan bantuan, tapi kami terus mengajak warga lain untuk membantu karena sampai saat ini air belum ada tanda-tanda surut,” katanya.

Sampai saat ini, banjir di Perumahan Bengkuring tercatat menggenangi 15 titik di Perumahan Bengkuring dan Griya Mukti. Ketinggian air berkisar antara 24-75 sentimeter dan total warga yang terdampak sebanyak 2.327 jiwa. Berdasarkan pemantauan BPBD Samarinda, sampai saat ini ketinggian air belum surut. Jalan-jalan belum bisa dilalui kendaraan.

[TOS]