ISTIMEWA

Kokam Pemuda Muhammadiyah membantu proses evakuasi warga yang menjadi korban bencana banjir di Samarinda, Senin (10/6/2019) malam. 

Kaltimtoday.co - “Kenapa tidak dibuka hotel atlet dan asrama atlet untuk korban bencana banjir!!! Daruoada ditutup dan menjadi sarang hantu! Tolong pak gubernur dan wali kota saudara kita yang terkena dampak banjir.”

Begitu pesan pemilik akun Rizal Ujal di media sosial, Senin (10/6/2019). Hujan yang kembali mengguyur sebagian wilayah Samarinda menyebabkan banjir yang menggenangi sejumlah wilayah hingga saat ini tidak kunjung surut. Bahkan di beberapa wilayah air terus meninggi. Warga minta segera dievakuasi ke tempat yang lebih aman.

Di beberapa titik bahkan banjir sudah mencapai dada orang dewasa. Warga berulang kali meminta bantuan di media sosial kepada pemerintah untuk mendapat bantuan evakuasi dan bantuan makanan. Situasi ini semakin kacau karena listrik PLN yang dipadamkan. Warga kesulitan untuk berkomunikasi karena smartphone kehabisan daya.

 

Kaltim Post

Hotel Atlet di Kompleks Stadion Madya Sempaja Samarinda. Kawasan ini aman dari genangan banjir. 

“Betul banget kalau cuma ucapan prihatin dan sabar semua juga bisa mengucapkan itu. Yang dibutuhkan sekarang tindakan pemerintah untuk membuka penampungan. Kasihan yang belum dievakuasi, menahan lapar, dan gelap-gelapan di saat malam begini,” tulis akun Sarah Maii di kolom komentar Rizal Ujal.

Hingga saat ini, Pemkot Samarinda terus menyalurkan bantuan dan mengerahkan tim untuk membantu proses evakuasi warga. Kondisi ini diperparah dengan ketinggian air di Waduk Benanga yang sudah mencapai level siaga 1.

 

[TOS]