Kaltimtoday.co - Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) resmi mencopot struktur pimpinan wilayah PKS Kaltim. Pencopotan itu disampaikan Ketua DPP PKS Wilda Kalimantan Habib Abu Bakal Al Habsyi, Selasa (25/12/2018) di Hotel Platinum, Balikpapan. Pencopotan itu dilanjutkan dengan pelantikan pimpinan PKS Kaltim yang baru. 

Dalam rilis DPP PKS yang diterima media ini, DPP PKS menunjuk pimpinan MPW, DSW, hingga DPW PKS Kaltim. MPW diketuai Ali Hamdi dengan sekretaris Ardiansyah Sulaiman. 

Selanjutnya, Ketua DSW PKS Kaltim dijabat Imam Sujius dengan sekretarisnya Sarwono. Sementara, unsur pimpinan baru di DPW PKS Kaltim, ketua Harun Al Rasyid, sekretaris Arif Kurniawan, bendahara Khairul Alim, dan ketua kaderisasi Sariko.

Adapun Masykur Sarmian dinaikan ke dalam jajaran kepengurusan DPP PKS Wilda Kalimantan.

Meski begitu, DPP PKS membantah melakukan pencopotan terhadap Ketua DPW PKS Kaltim Masykur Sarmian dari struktur kepengurusan DPTW (Dewan Pimpinan Tingkat Wilayah) Kaltim. DPP PKS menyebut, hanya melakukan rotasi pejabat tinggi di PKS Kaltim.

Alasannya, selama ini jabatan di PKS adalah amanah. Bukan sebuah kemuliaan tapi tanggung jawab yang harus ditunaikan. Pergantian kepengurusan merupakan hal yang biasa dalam sebuah organisasi. Sebagai seorang kader PKS harus siap ditempatkan dimana saja dan siap bekerja di dalam  maupun di luar struktur, diberi jabatan ataupun tidak. Kader harus siap memenangkan dan membesarkan PKS sebagai partai dakwah.

Atas rotasi tersebut, DPP PKS meminta dukungan struktur dan kader untuk tetap bersatu meraih kemenangan. Fokus memenangkan PKS sebagai partai dakwah agar terus berkhidmat untuk rakyat Indonesia. 

Harun Al Rasyid yang dikonfirmasi media ini menjawab singkat perihal stuktur baru di PKS Kaltim tersebut. Namun, Caleg DPRD Kaltim Dapil 6 itu membenarkan terjadi perombakan di DPTW Kaltim. Namun, bukan dalam bentuk pencopotan, melainkan rotasi. 

“Rotasi biasa saja,” jawabnya singkat. 

Sementara itu, Masykur Sarmian yang dikonfirmasi media ini, masih enggan berkomentar banyak. Dia mengaku juga belum mendapatkan informasi terkait rotasi unsur pimpinan di struktur DPTW PKS Kaltim. Namun, dia memastikan hingga saat ini dirinya belum mendapat salinan surat keputusan (SK) pergantian tersebut.

“Katanya begitu, tapi saya belum dapat salinan SK-nya,” jawab Masykur Sarmian. 

Seperti diketahui, pergantian unsur pimpinan DPTW ini di luar kebiasaan PKS. Sebab, selama ini pergantian unsur pimpinan DPTW selalu melalui mekanisme pemilihan raya.

Masykur Sarmian sendiri terpilih untuk periode kedua menjadi ketua DPW PKS Kaltim pada 10 Oktober 2015. Saat itu, Masykur Sarmian terpilih kembali melalui mekanisme pemilihan raya untuk periode kedua. Masykur Sarmian mestinya menjabat hingga 2020. 

Penggantian di luar mekanisme AD/ART ini memicu spekulasi adanya bersih-bersih loyalis mantan Presiden PKS Anis Matta di Kaltim. Sebab, di beberapa provinsi lain juga dilakukan pergantian unsur pimpinan oleh DPP PKS. Seperti di Jawa Tengah, Sulawesi Selatan, Bali, Sumatera Selatan, Lampung, dan Sumatera Utara. 

Kejanggalan dan dinamika internal PKS ini sudah terlihat dalam setahun terakhir. Polemik ini banyak menuai sorotan publik ketika ketika penetapan bakal calon legislatif lalu. Sejumlah kader diwajibkan menandatangani surat bersedia mengundurkan diri. Kader yang menolak dicoret dari pencalegan. 

Efek kisruh di PKS tersebut membuat kader dan pengurus partai tarbiyah ini disejumlah provinsi bergejolak.  Puluhan pengurus wilayah dan pimpinan daerah bahkan ada yang menyatakan mundur diikuti ratusan kader inti PKS dari berbagai kabupaten/kota karena menganggap kebijakan partai yang semena-mena. Misal di Sulawesi Selatan dan Bali. 

[WAL/TIK]