Gairah Pemilihan Gubernur (Pilgub) Kaltim 2018 semakin terasa. Teranyar, akhirnya ada satu pasangan bakal calon yang sepakat maju bersama. Yakni, Isran Noor dan Hadi Mulyadi.

-

Deklarasi pasangan ini dilakukan di kediaman pribadi Isran, Jalan Kemangi, Kecamatan Sungai Kunjang, Samarinda, kemarin (4/10).

Dengan dipilihnya Hadi sebagai bakal calon wakil gubernur (cawagub), maka gugur sudah desas-desus mantan bupati Kutai Timur (Kutim) itu akan maju di “kompetisi” pemilihan pemimpin Benua Etam itu lewat jalur independen. Diketahui Hadi adalah kader Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Lewat deklarasi tersebut, Isran menuturkan, pada 2016 dia diusung beberapa tokoh masyarakat untuk maju ke pilgub.Untuk diketahui, PKS mempunyai 4 kursi di DPRD Kaltim. Berarti masih kekurangan 7 kursi lagi.

“Syarat saya saat itu mesti ada dukungan yang riil,” terangnya. Akhirnya, pada Mei hingga November 2016 dilakukan jajak pendapat untuknya. Selama enam bulan terkumpul KTP sebanyak 211 ribu. Itulah yang menjadi bahan pertimbangan secara matematis dirinya mencalonkan diri. Jadi jajak pendapat tadi bukanlah tanda Isran akan maju di jalur independen. “Saya hanya ingin tahu dasar matematisnya,” ungkap dia. Pasalnya, dia yakin akan ada partai yang akan mengusung dirinya.

Soal pemilihan Hadi sebagai pendamping, Isran menjelaskan, sebenarnya ada delapan orang yang ingin dia jadikan sebagai wakil. “Salah satunya Pak Hadi. Tujuh lainnya enggak perlu saya sebutkan,” ujar dia. Sengaja tak dia umumkan, lantaran tak ingin disebut memberi harapan kepada orang-orang yang ingin ia jadikan wakil. Yang jelas, kedelapan orang kandidat tersebut punya kapasitas yang jempolan. Dia pun memilih Hadi bukan karena dia adalah kader PKS, namun lebih condong ke pribadi anggota Komisi VII DPR RI itu.

Mengenai perahu yang akan membawa pasangan ini, Isran enggan menyebut partai selain PKS. “Yang lain masih proses, enggak bakal saya sebut. Saya sangat menjaga kredibilitas dan marwah partai politik,” ujar suami Nor Baiti itu. Jangan sampai dirinya dinilai mengaku-ngaku sudah diusung suatu partai politik. Mengenai isu tentang Partai Gerindra yang akan mengusungnya, Isran tak mau menjawab. “Lihat saja pada November mendatang, insyaallah akan kami umumkan,” tegasnya. Dari pantauan media ini, ada beberapa kader Gerindra hadir dalam deklarasi Isran-Hadi.

Beberapa awak media menanyakan perihal waktu deklarasi yang terlihat dadakan. Apakah ada hubungannya dengan ditetapkannya salah seorang kandidat kuat calon gubernur sebagai tersangka oleh KPK? Isran menegaskan, deklarasi sudah dijadwalkan sebulan sebelumnya. Tak ada kaitannya ditetapkan salah satu calon saingannya sebagai tersangka oleh KPK. Bahkan, dia mengaku prihatin. Dengan bakal berkurangnya salah seorang saingannya itu justru dia merasa tak senang. “Beliau (Rita Widyasari) adalah pemimpin sebuah kabupaten, dengan ditetapkan sebagai tersangka, secara psikologis akan berdampak ke pelayanan di daerah,” jelasnya. Bahkan, Isran mengaku mendukung evaluasi kinerja KPK.

Isran menerangkan, tak melihat untung rugi ditetapkannya salah satu bakal calon menjadi tersangka. Justru dia senang banyak kompetitor. “Kalau saya kalah alhamdulillah, jika saya menang innalillah,” kelakarnya. Alhamdulillah lantaran tak mengemban amanah yang berat. Visi dan misi yang dia siapkan adalah Kaltim Berdaulat. Artinya Kaltim mesti ada nyali untuk berdaulat di tanah sendiri.

Dari infromasi yang dihimpun media ini, sinyal kuat bahwa Hadi akan berpasangan dengan Isran sudah dimulai sejak Juni lalu. Tepatnya pada Ramadan lalu. Dalam momen buka puasa bersama di kediaman Isran, terlihat komunikasi antara keduanya sudah berjalan baik.

Sementara itu, sang wakil sendiri sudah secara resmi ditunjuk oleh partainya untuk berpasangan dengan Isran. Hadi menceritakan, setelah diminta Isran menjadi cawagub, dia langsung berkoordinasi dengan kawan-kawannya di DPP PKS. “Alhamdulillah respons dari mereka positif,” ungkap Hadi. Dia membocorkan, masih ada dua atau tiga partai politik yang secara lisan akan bergabung di koalisi mereka. Lalu, akankah mengikuti koalisi nasional? Hadi menjelaskan, tak menutup kemungkinan koalisi yang akan mereka bentuk bakal berbeda dengan nasional. “Politik di nasional dan daerah ‘kan berbeda. Makanya bisa saja tak sama,” tuturnya.

Terpisah, salah seorang kader Gerindra yang hadir di deklarasi Isran-Hadi adalah anggota DPRD Kaltim Josef. Kepada awak media pria berkumis itu menepis dirinya datang adalah sinyal akan merapatnya partai berlambang burung garuda itu ke pasangan Isran-Hadi. “Saya datang karena undangan secara pribadi,” teranganya. Selain itu, hubungan Isran dan Ketua DPP Gerindra Prabowo Subianto cukup dekat. Menurutnya, tak ada salahnya dia datang. Apalagi dia diundang secara pribadi bukan mewakili partai.

Hal yang sama dilontarkan Sekretaris DPD Gerindra Sutrisno Thoha. Dia menegaskan, DPP Gerindra belum mengeluarkan nama kandidat yang akan diusung. Jadi mereka belum tau perahu mana akan mereka berikan dukungan. “Kami masih wait and see,” terangnya saat dihubungi Kaltim Post. .(*/fch/far/k18)


SUMBER: KALTIM POST | KALTIM.PROKAL.CO


Artikel Terkait