Kaltimtoday.co - Teka-teki terkait pendamping Syaharie Jaang di Pilgub Kaltim akhirnya terjawab. Awang Ferdian Hidayat dipastikan mendampingi Jaang. Sementara Wali Kota Balikpapan Rizal Effendi dipastikan batal.

Hal ini terungkap melalui curhatan Rizal Effendi melalui akun instagramnya @rz_effendi58. Melalui akun tersebut Rizal memastikan dirinya tidak jadi mencalonkan diri sebaga cawagub di Pilgub Kaltim.

“Insyaallah jika tidak ada hal yang luar biasa, saya tidak akan mengikuti pemilihan gubernur ataupun wakil gubernur Kaltim 2018-2023. Saya mohon keputusan ini tidak dikaitkan dengan hal-hal yang tidak bisa dipertanggungjawabkan. Tidak ada intervensi dari siapa pun,” tulis Rizal.

Pengunduran dirinya menurut Rizal murni karena situasi politik Kaltim yang begitu dinamis. Selain juga menyangkut kesiapan sumber daya yang dia miliki. Terlebih niat dia untuk menerima ajakan wali kota Samarinda Syaharie Jaang untuk berdampingan berubah di detik-detik akhir.

“Ada banyak ajakan sebenarnya dari tokoh-tokoh lain. Beberapa kawan juga mendorong saya maju bersama yang lain. Hanya saja, rasa kesetiaan saya terhadap komitmen sudah saya buat untuk mendampingi Pak Jaang harus saya jaga,” tambah dia.

Disebutkannya, proses berkata lain. Jaang memutuskan untuk berpasangan dengan calon lainnya, yakni Awang Ferdian Hidayat.

Kabar itu dia terima secara mendadak.Dia mengisahkan sempat bertemu Jaang di Bandara Sepinggan sebelum bertolak ke Jakarta. Beberapa jam kemudian ada pengumuman yang dilakukan DPP Partai Demokrat langsung oleh Susilo Bambang Yudhoyono. Akhirnya, duet Jaang-Rizal batal berpasangan.

“Saya ikhlas. Selasa tengah malam tadi, dihubungi kembali untuk mengajak berpasangan kembali. Saya disuruh menyiapkan beberapa hal. Tapi tepat pukul 20.00 tadi malam, saya kembali mendapat kabar pembatalan. Saya terima situasi ini, meskipun tim saya agak kesal. Ada kesan kami dipermainkan. Tapi sudahlah, saya sekarang memohon maaf kepada para pendukung yang sudah saya repotkan dalam proses ini,”lanjut dia.

Dia mengucapkan selamat berjuang untuk para kandidat yang akan ditetapkan. Juga terima kasih sebesar besarnya kepada semua pihak yang sudah mendukung dirinya. Dia tak membantah banyak yang menangis, marah, menyesal, tapi ada yang juga senang karena dirinya tetap memimpin Balikpapan.

“Kepada mereka calon pemimpin Kaltim, siapa pun nanti yang terpilih saya titipkan kota (Balikpapan) ini. Ada banyak dukungan pemerintah provinsi yang kami butuhkan. Seperti keberpihakan terhadap pengelolaan lahan eks puskib dan percepatan pembangunan infrastruktur terutama perbaikan jalan kota yang kewenangannya milik provinsi,” tutupnya.

(CLB)

 


Artikel Terkait