Kaltimtoday.co - Pemprov Kaltim di bawah kepemimpinan Isran-Hadi menyatakan tetap berkomitmen terhadap pengembangan sumber daya manusia. Salah satunya melalui sistem pendidikan. Instrumennya melalui program beasiswa tuntas dengan ikatan dinas.

Hal itu disampaikan Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kaltim Djoni Topan. Dia mengungkapkan, program beasiswa tetap dilanjutkan Isran-Hadi. Jika sebelumnya dinamakan Beasiswa Kaltim Cemerlang (BKC), maka oleh Isran-Hadi dinamakan Beasiswa Kaltim Tuntas (BKT).

“Sesuai janji Isran-Hadi, program beasiswa tetap ada tapi skema pemberiannya akan berbeda,” ujar Djoni Topan.

Djoni mengaku saat ini belum dapat menjelaskan program tersebut secara spesifik kepada publik. Sebab, masih dalam proses penyusunan.

Meski begitu, dia pastikan BKT akan diberikan untuk semua jenjang pendidikan di perguruan tinggi. Mulai S-1, S-2, hingga S-3. Bekerjasama dengan perguruan tinggi lokal maupun internasional.

“Saat ini masih disusun bersama tim teknis. Mulai dibuka (beasiswa) tahun ajaran baru nanti,” ucapnya.

 Disebutkannya, sesuai arahan gubernur dan wakil gubernur, akan ada perbedaan mendasar antara BKC dengan BKT. Salah satu perbedaannya adalah ikatan dinas. Semua penerima beasiswa jenjang S-1 setelah lulus harus mengabdikan diri di Kaltim.

“Beasiswa S-1 diberikan sampai selesai. Setelah itu mengabdi di desa 2 tahun. Teknisnya masih kami bahas,” ungkapnya.

Soal ikatan dinas bagi penerima beasiswa BKT, lanjut dia, nantinya tidak perlu khawatir. Sebab, ikatan dinas itu juga akan diberikan honor.

Adapun jumlah pasti penerima BKT dan program yang menjadi prioritas untuk didanai, hingga saat ini, disebutkannya masih dalam proses perhitungan tim penyusun. Yang pasti akan disesuaikan dengan visi misi dan prioritas pembangunan di daerah. Seperti di bidang pertanian maupun perikanan dan kelautan.

“Beasiswa pasti diprioritas bagi jurusan yang linier dengan kebijakan daerah untuk saat ini maupun pada masa yang akan datang,” tuturnya.

Selain memastikan pemberian BKT, Disdikbud Kaltim juga memastikan penerima program BKC yang masih berlangsung saat ini juga akan tetap dilanjutkan pendanaanya hingga selesai. Sebab, hal tersebut sudah menjadi komitmen Pemprov Kaltim.

“Tetap diberikan,” pungkasnya.

Seperti diketahui, sebelumnya Gubernur Kaltim Isran Noor berjanji bakal menata kembali pemberian beasiswa kepada masyarakat Bumi Etam.

Menurutnya program peningkatan kualitas pendidikan melalui beasiswa tetap menjadi prioritas Pemprov Kaltim tahun 2019.

Namun Isran mengisyaratkan pemberian beasiswa tidak lagi menerapkan konsep lama agar lebih efektif.

"Kalau dulu kan ada bantuan Rp10 juta, Rp5 juta, gak jelas. Kasihan anak-anak. Banyak memang, tapi tidak terukur. Kita akan tata kembali beasiswa secara menyeluruh, jadi tidak lagi seperti dulu. Sekarang akan menyeluruh. proposional, adil," ungkap Isran.

Nantinya beasiswa yang akan diberikan Pemprov Kaltim menggunakan paket.

Tanpa perlu menyalurkan uang cash, melainkan menggunakan rekening eskro (escrow).

"Kita mungkin pakai paket. Biar sedikit tapi paket. Paket S1 sekian sampai lulus tapi tidak dikasih uangnya. Dikasih rekening eskro namanya. Kalau S2 ya berapa tergantung nilainya. S3 misalnya Rp1 miliar ya Rp1 miliar," pungkasnya

[WAL | TOS]